Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada “Tn. J”  Dengan Waham Menggunakan Terapi Membaca Al-Qur’an Di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Herawati
KUNKUN: Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2024): September - December 2024
Publisher : Medikun Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waham merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang ditandai dengan adanya gangguan pada pola, bentuk, dan isi pikir. Seseorang dengan waham memiliki penilaian yang buruk terhadap realitas yang dipertahankan secara kuat dan terus-menerus meskipun ada bukti yang bertentangan. Gejala ini dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk menjalani kehidupan sehari-hari dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dalam upaya untuk mencari metode yang efektif dalam mengelola gejala waham, terapi membaca Al-Qur'an telah diusulkan sebagai salah satu pendekatan spiritual yang dapat memberikan ketenangan batin dan meningkatkan mekanisme koping pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil intervensi terapi membaca Al-Qur'an pada klien Tn. J yang didiagnosis dengan waham. Metode: Laporan studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Pelaksanaan terapi membaca Al-Qur'an dilakukan selama dua kali pertemuan, di mana klien dipandu untuk membaca ayat-ayat suci dengan harapan dapat memberikan efek menenangkan dan meningkatkan kesejahteraan mental. Observasi dan evaluasi dilakukan untuk mengukur perubahan dalam kondisi waham klien setelah menjalani terapi. Hasil: Hasil dari intervensi ini menunjukkan bahwa terapi membaca Al-Qur'an tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi waham klien Tn. J. Klien dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia sering kali sulit untuk diobati dengan metode terapi tunggal, termasuk terapi spiritual seperti membaca Al-Qur'an. Meskipun terapi ini bertujuan untuk memberikan ketenangan batin dan meningkatkan mekanisme koping pasien, tidak ada peningkatan dalam kemampuan mengontrol waham yang diamati selama sesi terapi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi membaca Al-Qur'an pada klien Tn. J dengan diagnosa waham tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi mental klien. Hal ini mengindikasikan bahwa pendekatan terapi untuk pasien dengan gangguan jiwa berat seperti skizofrenia perlu lebih komprehensif, mencakup kombinasi intervensi medis, psikologis, dan sosial untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Studi ini menegaskan pentingnya terus mengembangkan dan mengevaluasi metode intervensi yang adaptif dan holistik dalam penanganan gangguan jiwa.