Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif, yang mencakup dua tahap utama: studi literatur dan wawancara dengan bapak Nur selaku ketua yayasan kholwat yang berada di Kampung Tua Surabaya Ilir. Studi literatur merupakan langkah awal untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang tradisi Sadranan Jawa di Kampung Tua Surabaya Ilir. Melalui penelusuran jurnal, artikel, dan sumber-sumber terpercaya lainnya, kami akan mengumpulkan informasi terkait asal usul, simbolisme, dan peran masyarakat dalam tradisi ini. Tradisi Jawa Sadranan di Kampung Tua , Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah menjadi subjek penelitian ini. Untuk memahami secara utuh sejarah, simbolisme, dan peran sosial dari adat ini, metode penelitian kualitatif dipadukan dengan tinjauan literatur dan wawancara dengan bapak Nur. Simbol-simbol filosofis yang melekat dalam tradisi Sadranan Jawa dan akar budayanya terungkap melalui kajian sastra yang juga menawarkan kerangka teori yang kokoh. Temuan dari wawancara pada bapak nur menawarkan perspektif yang sangat unik dan berharga, melengkapi data dengan kisah kehidupan nyata dan opini langsung dari dukun. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Sadranan Jawa merupakan cerminan persatuan masyarakat dan keberagaman budaya. Jelas terlihat bahwa keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mempertahankan warisan ini sangatlah penting. Pemanfaatan program teknologi dan pendidikan budaya mungkin bisa menjadi peluang strategis untuk menjamin keberlangsungan Sadranan Jawa meski kita dihadapkan pada permasalahan zaman modern.