Diana Puspita Sari
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH ISLAMIC FINANCING TO TOTAL ASSETS RATIO, CAPITAL ADEQUACY RATIO, DAN SHARIA SUPERVISORY BOARD TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK MUAMALAT INDONESIA DENGAN PEMBIAYAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PERIODE 2015–2024 Diana Puspita Sari; A Zuliyansyah; Andika Saputra
NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 12 No. 1 (2026): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jn.v12i1.24719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Islamic Financing to Total Assets Ratio, Capital Adequacy Ratio , dan Sharia Supervisory Board terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Assets, serta menguji peran pembiayaan sebagai variabel moderasi. Penelitian9ini menggunakan9pendekatan kuantitatif9dengan data9sekunder berupa laporan9keuangan tahunan9Bank Muamalat Indonesia9selama periode92015–2024. Teknik analisis yang diterapkan meliputi regresi linier berganda serta Moderated9Regression Analysis (MRA) dengan dukungan dari perangkat9lunak EViews. Hasil9penelitian ini mengungkapkan bahwa secara parsial variabel Islamic Financing to Total Assets Ratio dan Capital Adequacy Ratio memberikan pengaruh positif terhadap Return on Assets. Sementara itu, variabel Sharia Supervisory Board tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, seluruh variabel independen mampu menjelaskan variasi kinerja keuangan dengan cukup baik. Namun, berdasarkan hasil pengujian moderasi, variabel pembiayaan tidak terbukti mampu memperkuat maupun memperlemah hubungan antara Islamic Financing to Total Assets Ratio, Capital Adequacy Ratio, dan Sharia Supervisory Board terhadap Return on Assets. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks perbankan syariah, pembiayaan lebih berfungsi sebagai kegiatan operasional inti daripada sebagai variabel moderating. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa upaya peningkatan kinerja keuangan bank syariah dapat dilakukan melalui optimalisasi distribusi pembiayaan, penguatan struktur modal, serta peningkatan kualitas pengawasan syariah secara berkesinambungan.