p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Inovasi Kurikulum
Richard Lionel Gorni
University Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teacher retention in crisis: Informing policy to keep Ghanaian educators in classrooms Richard Lionel Gorni; Diding Nurdin; Johar Permana; Djaman Satori
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71690

Abstract

Ghana's schools face a severe teacher retention crisis, with only 36 percent of teachers in a district survey planning to stay in their roles. Researchers conducted a comprehensive survey of 138 teachers to investigate their reasons for wanting to leave the profession. Common themes emerged, including low pay, poor working conditions, and overwhelming workloads. Additionally, concerns about teacher well-being and the declining status of the teaching profession were highlighted as significant issues. The study sought to identify strategies to keep teachers engaged, employing a theory about employee turnover to guide the analysis. Researchers carefully examined the survey responses and pinpointed key strategies to address the crisis. These included reducing teacher workloads, improving working conditions, and enhancing the prestige and status of the teaching profession. This research provides valuable insights for policymakers seeking effective solutions to Ghana's teacher retention problems. The findings underscore the urgent need to address the factors driving teachers away and implement strategies to maintain a stable, motivated, and highly skilled teaching workforce, which is crucial for advancing Ghana's educational system. AbstrakSekolah-sekolah di Ghana sedang menghadapi krisis retensi guru yang parah, dengan hanya 36 persen guru dalam survei distrik yang berencana untuk tetap menjabat. Peneliti melakukan survei komprehensif terhadap 138 guru untuk mendalami alasan mereka ingin meninggalkan profesinya. Tema-tema umum muncul, termasuk gaji rendah, kondisi kerja yang buruk, dan beban kerja yang sangat berat. Selain itu, kekhawatiran mengenai kesejahteraan guru dan menurunnya status profesi guru juga disoroti sebagai permasalahan yang signifikan. Studi ini berusaha mengidentifikasi strategi untuk menjaga keterlibatan guru, dengan menggunakan teori tentang pergantian karyawan untuk memandu analisis. Melalui pemeriksaan yang cermat terhadap respons survei, para peneliti menunjukkan strategi utama untuk mengatasi krisis ini. Hal ini termasuk mengurangi beban kerja guru, memperbaiki kondisi kerja, dan meningkatkan prestise dan status profesi guru. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi para pembuat kebijakan yang mencari solusi efektif terhadap masalah retensi guru di Ghana. Temuan-temuan ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk mengatasi faktor-faktor yang mendorong guru menjauh dan menerapkan strategi yang dapat mempertahankan tenaga pengajar yang stabil, termotivasi, dan berketerampilan tinggi, yang sangat penting bagi kemajuan sistem pendidikan Ghana.Kata Kunci: pergantian karyawan; pengurangan guru; retensi guru
Bridging theory, policy, and practice: Stakeholder engagement in Ghana's NPEC Richard Lionel Gorni; Asep Suryana; Eka Prihatin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71208

Abstract

Ghana's education system is transforming significantly by implementing the National Pre-Tertiary Education Curriculum Framework (NPECF), emphasizing critical thinking and problem-solving skills over traditional rote learning. Translating these ambitious policy goals into effective classroom practices within a centralized system presents challenges. This research addresses this challenge through stakeholder analysis, examining how the involvement of policymakers, educators, parents, and local communities can bridge the gap between NPECF's theoretical ideals and practical classroom application. The research identifies potential roadblocks and opportunities for successful curriculum adoption by analyzing these diverse perspectives. Understanding the interactions and influences among policymakers, teachers, parents, and communities is crucial for transitioning smoothly from rote learning to a student-centered approach. This analysis highlights areas where stakeholders might need additional support or resources to embrace the new curriculum effectively. Ultimately, the findings can inform future educational reforms in Ghana and similar contexts, paving the way for a more effective and engaging learning experience for all students. AbstrakSistem pendidikan Ghana sedang mengalami transformasi signifikan dengan implementasi National Pre-Tertiary Education Curriculum Framework (NPECF) yang menekankan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah - lebih dari pembelajaran tradisional. Tetapi menerjemahkan tujuan kebijakan ambisius ini ke dalam praktik kelas yang efektif dalam sistem terpusat - pada gilirannya menyajikan tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menangani tantangan ini melalui analisis terhadap pemangku kepentingan, memeriksa bagaimana keterlibatan pembuat kebijakan, pendidik, orang tua, dan komunitas lokal dapat menjembatani kesenjangan antara cita-cita teoritis NPECF dengan aplikasi kelas praktis. Melalui analisis terhadap perspektif yang beragam ini, penelitian ini mengidentifikasi potensi hambatan dan peluang untuk penerapan kurikulum yang sukses. Memahami interaksi dan pengaruh antara pembuat kebijakan, guru, orang tua, dan komunitas sangat penting untuk transisi yang lancar dari pembelajaran sebelumnya yang rusak ke pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Analisis ini menyoroti bidang-bidang di mana pemangku kepentingan mungkin membutuhkan dukungan atau sumber daya tambahan untuk mengaplikasikan kurikulum baru secara efektif. Akhirnya, temuan ini dapat menginformasikan reformasi pendidikan di masa depan di Ghana. Dan konteks serupa, membuka jalan bagi pengalaman belajar yang lebih efektif dan menarik bagi semua peserta didik.Kata Kunc: layanan pendidikan Ghana; pendekatan yang berpusat pada peserta didik; keterlibatan pemangku kepentingan