p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Inovasi Kurikulum
Eva Puspitasari
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Influence of pragmatism and scholasticism on contemporary education development Eva Puspitasari
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75787

Abstract

The foundation of this study lies in the longstanding debate between practice-oriented, experiential educational approaches (pragmatism) and more traditional, theory-centered methods grounded in deductive logic (scholasticism). This research examines the influence of the philosophical streams of pragmatism and scholasticism on contemporary education. Adopting a qualitative approach, the study employs comparative literature analysis to evaluate the application of these philosophies within the modern educational framework. Findings reveal that pragmatism plays a pivotal role in shaping an educational system that is dynamic, adaptable, and responsive to contemporary societal needs, particularly by linking learning to real-life experiences. Conversely, scholasticism contributes significantly by preserving the value of education founded on deep theoretical comprehension and systematic logic. The synergy between these two philosophical approaches is posited to create a more balanced and holistic curriculum, blending practical and theoretical aspects essential for fostering student competencies in modern education. This research offers a new perspective on curriculum formulation by integrating the strengths of both approaches. AbstrakLatar belakang penelitian ini berakar dari perdebatan panjang antara pendekatan pendidikan yang berorientasi pada praktik dan pengalaman langsung (pragmatisme) dan pendekatan pendidikan yang lebih tradisional berbasis teori dan logika deduktif (scholatisisme). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dua aliran filsafat pragmatisme dan scholatisisme terhadap pendidikan kontemporer. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif, mengadopsi analisis literatur dengan metode komparatif guna mengevaluasi implementasi kedua aliran filsafat dalam konteks sistem pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam perumusan kurikulum yang efektif dengan mengintegrasikan kekuatan dari kedua pendekatan. Pragmatisme berperan penting dalam membentuk sistem Pendidikan yang dinamis, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer, khususnya dalam menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari. Di sisi lain, scholatisisme memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan pentingnya Pendidikan yang berbasis pada pemahaman teori yang mendalam dan logika yang sistematis. Sinergi antara kedua aliran filsafat ini diyakini mampu menciptakan kurikulum pendidikan yang lebih seimbang dan holistik, memadukan aspek praktis dan teoretis yang esensial bagi pengembangan kemampuan peserta didik di era kontemporer.Kata Kunci: pragmatisme; scholatisisme; pendidikan kontemporer
SDGs-based adaptive curriculum model to improve education quality in the digital age Eva Puspitasari
Inovasi Kurikulum Vol 22, No 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75791

Abstract

The rapid advancement of technology and global sustainability issues demand innovations in educational curricula aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically SDG 4 on quality education. This article examines the development of an adaptive curriculum model based on SDGs designed to enhance education quality in the digital era. Emphasizing 21st-century skills, such as critical thinking, creativity, collaboration, and digital literacy, this model prepares students to respond more to global challenges. The research employs a descriptive qualitative approach through a literature review, analyzing sources related to SDG implementation in education. Findings indicate that integrating technology into the curriculum enables more inclusive and interactive learning, reaching students in remote areas. The Project-Based Learning (PjBL) and Problem-Based Learning (PBL) approaches adopted in this curriculum have proven effective in enhancing students' skills in solving real-world problems. In conclusion, this SDG-based adaptive curriculum model has the potential to create a generation that is not only academically competent but also socially aware and sustainability-oriented, providing essential skills for navigating dynamic global changes. AbstrakPerkembangan teknologi yang pesat dan isu keberlanjutan global menuntut adanya inovasi dalam kurikulum pendidikan, yang relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Artikel ini mengkaji pengembangan model kurikulum adaptif berbasis SDGs yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era digital. Dengan menekankan pada keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital, model ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar lebih responsif terhadap tantangan global. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, yang menganalisis sumber literatur terkait penerapan SDGs dalam pendidikan. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam kurikulum memungkinkan pembelajaran yang lebih inklusif dan interaktif, serta menjangkau peserta didik di daerah terpencil. Pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL) yang diadopsi dalam kurikulum ini terbukti efektif dalam mengasah keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah nyata. Kesimpulannya, kurikulum adaptif berbasis SDGs ini berpotensi menciptakan generasi yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga berkesadaran sosial dan berorientasi pada keberlanjutan, yang menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan global yang dinamis.Kata Kunci: era digital; kurikulum adaptif; Sustainable Development Goals (SDGs)