Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan UKM Fajar Jaya Spring Melalui Aplikasi Pembukuan Usaha Dan Strategi Pemasaran Online Handy Febri Satoto; Wiwin Widiasih; Fitri Norhabiba; Narendradhipa Dhama Nismara; Yulinda
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v4i1.97

Abstract

UKM Fajar Jaya Sprilng belrlokasil dil delsa Laban Kelcamatan Melngantil Kabupateln Grelsilk melrupakan UKM yang belrgelrak dil pelngolahan logam. UKM ilnil tellah belrdilril seljak tahun 2003 dan tellah melmillilkil karyawan belrjumlah 4-5 orang. Saat ilnil UKM Fajar Jaya Sprilng bellum mellaksanakan Manajelmeln Usaha yang bailk selhilngga opelrasil produksil bellum maksilmal. Dilharapkan delngan manajelmeln usaha yang bailk dildapatkan aspelk-aspelk yang pelrlu dilpelrbailkil dan diltilngkatkan. Untuk pelmasaran, UKM Fajar Jaya Sprilng juga bellum mellakukan promosil mellaluil sosilal meldila/onlilnel. Olelh karelna iltu, pada kelgilatan PKM ilnil tellah dillakukan belbelrapa hal selbagail solusil untuk melnyellelsailkan pelrmasalahan aspelk manajelmeln telrselbut selpelrtil, melngadakan pellatilhan keltelrampillan pelmbukuan seldelrhana dan pelngellolaan keluangan. Pada PKM ilnil tellah melnghasillkan aplilkasil untuk melmbantu pelmbukuan seldelrhana bilsnils. Sellailn iltu juga tellah dillakukan pellatilhan dan pelndampilngan belrupa pelmbuatan lapak dilgiltal dil welbsiltel prilbadil dan dil el-commelrcel selpelrtil Ilnstagram, Shopelel, Tokopeldila, dan Facelbook. Pada kelgilatan telrselbut juga tellah dilhasillkan luaran belrupa buku peldoman pelmbuatan lapak dilgiltal.
Pengembangan Strategi Komunikasi Digital Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Ekonomi Desa Wisata Papoh, Kabupaten Blitar Fitri Norhabiba; Vinda Maya Setianingrum; Puspita Sari Sukardani; Anam Miftakhul Huda; Hasna Nur Lina; Teguh Dwi Putranto
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 4 No. 1 (2026): June
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v4i1.443

Abstract

This community service activity was carried out to strengthen the digital communication and branding capacity of Papoh Tourism Village, Sukosewu Village, Gandusari District, Blitar Regency. The partners' main problems included the sub-optimal destination communication strategy, limited social media management skills, lack of understanding in tourism storytelling, and the unavailability of sustainable promotional communication guidelines. The activity method used a participatory approach through needs analysis, training, content production practices, assistance in preparing content calendars, as well as monitoring and evaluation. The activity participants consisted of tourism village managers, Pokdarwis (Tourism Awareness Group), Karang Taruna (Youth Organization), and local MSME actors. The results of the activity showed that participants were able to identify the uniqueness of Papoh Tourism Village, formulate key destination messages, compile promotional narratives, and produce photo content, short videos, and social media captions based on local potential. The assistance also resulted in a digital communication strategy draft that can be used as a guide for managing tourism village promotions. This activity confirms that branding strengthening activities play an important role in increasing destination visibility, strengthening the tourism village image, and supporting the economic empowerment of the local community. program sustainability requires management commitment, publication consistency, and periodic evaluation of digital audience responses. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas komunikasi digital dan branding Desa Wisata Papoh, Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Permasalahan utama mitra meliputi belum optimalnya strategi komunikasi destinasi, keterbatasan keterampilan pengelolaan media sosial, minimnya pemahaman storytelling wisata, dan belum tersedianya panduan komunikasi promosi yang berkelanjutan. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui analisis kebutuhan, pelatihan, praktik produksi konten, pendampingan penyusunan kalender konten, serta monitoring dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas pengelola desa wisata, Pokdarwis, Karang Taruna, dan pelaku UMKM lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengidentifikasi keunikan Desa Wisata Papoh, merumuskan pesan kunci destinasi, menyusun narasi promosi, serta memproduksi konten foto, video singkat, dan caption media sosial berbasis potensi lokal. Pendampingan juga menghasilkan rancangan strategi komunikasi digital yang dapat digunakan sebagai panduan pengelolaan promosi desa wisata. Kegiatan ini menegaskan bahwa kegiatan penguatan branding berperan penting dalam meningkatkan visibilitas destinasi, memperkuat citra desa wisata, dan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Keberlanjutan program memerlukan komitmen pengelola, konsistensi publikasi, dan evaluasi berkala terhadap respons audiens digital.