Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pemikiran Syeikh K.H Hasyim Asy’ari Berdasarkan Surat Al-An'am Ayat 151-153 Hartanto, Ahmad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16390

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran K.H. Hasyim Asy'ari tentang pendidikan karakter berdasarkan Al Qur’an surat Al An’am ayat 151 , dan untuk mengetahui pengaruh pemikiran tersebut terhadap pembinaan etika siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan, dengan data diperoleh dari analisis dokumen tentang pemikiran Pendidikan karakter KH Hasyim. Hasil penelitian menunjukan bahwa K.H. Hasyim Asy'ari memiliki pemikiran mendalam tentang pendidikan karakter, yang relevan dengan konteks tradisi Islam dan nilai-nilai sosial. Berdasarkan Surat Al-An’am, beliau menekankan pentingnya beberapa aspek, seperti: membersihkan hati: pendidikan harus dimulai dengan pembersihan hati dari sifat-sifat tercela agar individu bisa membentuk kepribadian yang baik. Niat belajar yang kuat: niat belajar merupakan fondasi yang mendukung motivasi dan fokus pada ilmu. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk kehidupan yang produktif dan seimbang. Keimanan yang kuat: berpegang teguh pada keimanan kepada Allah sebagai landasan moral. Ketaatan pada perintah Allah dan tanggung jawab Sosial: berperilaku baik kepada sesama dan menjaga etika dalam masyarakat. Integritas dan Kesabaran: Memiliki kejujuran, keteguhan hati, serta tanggung jawab dalam kehidupan. Pemikiran-pemikiran ini diwujudkan K.H. Hasyim Asy'ari melalui metode pendidikan pesantren yang mengedepankan akhlak dan keteladanan. Implementasinya termasuk memberikan teladan yang baik, serta mengajarkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda melalui ajaran yang berakar pada Al-Quran dan hadits.