Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

REPRESENTASI BENTUK TUBUH IDEAL WANITA DI BELANDA PADA AKHIR TAHUN 1980-AN MENURUT MAJALAH LIBELLE TAHUN 1987 HINGGA 1989 Soehardjo, Maria; Muhammad Nugraha, Fajar Muhammad
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana Majalah Libelle merepresentasikan bentuk tubuh 'ideal' perempuan pada akhir tahun 1980-an di Belanda. Analisis artikel, iklan, dan visual, dilakukan untuk mengungkapkan gagasan mengenai ukuran tubuh dan penampilan wanita yang dipromosikan oleh majalah tersebut. Penelitian ini akan menganalisis mengenai bentuk tubuh wanita yang ditampilkan dalam Majalah Libelle edisi tahun 1987 hingga 1989. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana standar kecantikan untuk tubuh ideal di Belanda pada tahun akhir 1980-an direpresentasikan oleh Majalah Libelle edisi tahun 1987 hingga 1989. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan teori representasi oleh Stuart Hall tahun 1997, dibantu dengan konsep femininitas. Hasil penelitian menunjukkan bentuk tubuh ideal yang direpresentasikan umumnya memiliki tubuh yang ramping. Selain itu banyak artikel yang memberikan tips olahraga untuk membuat tubuh menjadi ramping. Penelitian ini menunjukan jika tubuh yang direpresentasikan oleh Majalah Libelle memberikan gambaran bentuk tubuh wanita ideal yang ramping dan bugar. Hal ini ditunjukan dari artikel dalam majalah yang menggunakan model wanita ramping dan artikel yang membahas tips-tips kebugaran seperti olahraga, pola makan yang sehat dan diet.
DINAMIKA KEHIDUPAN SOSIAL BELANDA DEPOK DALAM MEMPERTAHANKAN BUDAYA LELUHURNYA PERIODE 1913-1945 Zahra, Amanda Uma; Muhammad Nugraha, Fajar Muhammad
Multikultura Vol. 3, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cornelis Chastelein membeli tanah di daerah Depok dan mempekerjakan budak yang ia merdekakan untuk membentuk kehidupan komunitas sosial yang berpemerintahan mandiri. Sepeninggal Cornelis Chastelein, harta kekayaannya diwarisi sepenuhnya oleh para pengikutnya. Melalui pewarisan ini kemudian budaya Depok mulai berkembang. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap proses terbentuknya Kaum Depok, budaya yang mereka anut, serta identitas yang melekat pada mereka dalam periode 1913-1945. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis, terbagi dalam empat langkah, yakni Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sumber primer, seperti arsip, dokumen foto, dan surat-surat pribadi Cornelis Chastelein, serta sumber sekunder, seperti buku-buku sejarah, artikel jurnal, dan penelitian sebelumnya. Penelitian isi menunjukkan bahwa pembentukan kota Depok tidak terlepas dari peran Cornelis Chastelein yang tidak hanya memperkenalkan agama Kristen Protestan tetapi juga mewariskan kekayaannya, gaya hidup Belanda, dan tradisi khas yang sampai saat ini masih sering dilakukan oleh pengikutnya. Kelompok ini terus berkembang, mempertahankan gaya hidup ala Cornelis Chastelein, sehingga dikenal dengan julukan Belanda Depok.
ANALISIS SEMIOTIKA ANGGOTA KELUARGA DALAM IKLAN NATAL SUPERMARKET DI BELANDA: PLUS (2018), JUMBO (2019), DAN ALBERT HEIJN (2019) Nurityasari, Gabrielle Ratri; Muhammad Nugraha, Fajar Muhammad
Multikultura Vol. 1, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran anggota keluarga di Belanda yang terdapat pada iklan natal supermarket PLUS (2018), JUMBO (2019), dan Albert Heijn (2019). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran ayah, ibu, dan anak dalam keluarga Belanda. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Agar fokus penelitian ini terjaga, maka adegan pada iklan yang dianalisis hanya yang menunjukkan sosok ayah, ibu, dan anak. Untuk mengidentifikasi mitos yang terdapat pada adegan mengenai peran ayah, ibu, dan anak, adegan-adegan tersebut melewati proses analisis makna denotasi dan konotasi. Hasil dari penelitian ini adalah ketiga iklan tersebut mencerminkan keadaan keluarga Belanda saat ini. Ayah dan ibu berperan sebagai sosok yang hadir dalam ruang domestik maupun publik. Sementara itu, peran anak tidak terlepas dari kehadiran sosok orang tuanya sehingga anak dapat menjadi sosok yang mandiri dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan mengurus rumah tangga.
THE INFLUENCE OF THE DUTCH EAST INDIES GOVERNMENT’S ETHNIC POLITICS ON DISCRIMINATION AGAINST THE CHINESE ETHNIC GROUP IN BATAVIA (1946–1950) Fadrin, Zaky Rizqy Zaidaan; Muhammad Nugraha, Fajar Muhammad
International Review of Humanities Studies Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explains how discrimination was experienced by ethnic Chinese in Batavia in the early post-independence period in 1946–1950, with an emphasis on the influence of ethnic politics practiced by the Dutch East Indies colonial government. The purpose of this study is to analyze the pattern of discrimination against ethnic Chinese influenced by the legacy of colonial racial segregation. The method used is qualitative historical descriptive. The main sources of this study come from letters of complaint from the Chinese community in 1946–1949 in the National Archives of the Republic of Indonesia (ANRI) and newspaper articles from 1950 from De Bredasche Courant, De Telegraaf, Indische Courant, and Het Nieuwsblad voor Sumatra. The results of the study show that discrimination against ethnic Chinese cannot be separated from the socio-political construction of the colonial era, and this legacy continues to influence inter-ethnic relations in the early days of the Republic of Indonesia.