Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlawanan terhadap Diskriminasi Perempuan dalam Novel Cantik Itu Luka : Kajian Feminisme Marxis Lintang Omega Padmasari; Novita Dewi; Setya Tri Nugraha
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5609

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk-bentuk diskriminasi yang dialami tokoh perempuan dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan serta mengkaji strategi perlawanan mereka terhadap diskriminasi tersebut dengan menggunakan pendekatan Feminisme Marxis. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk diskriminasi, seperti marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, dan beban kerja ganda yang dialami tokoh perempuan dalam novel. Penelitian ini juga strategi perlawanan yang dilakukan oleh tokoh perempuan dalam menghadapi diskriminasi tersebut berdasarkan perspektif Feminisme Marxis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif-interpretatif yang umum diterapkan dalam analisis teks sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merepresentasikan realitas sosial di mana perempuan mengalami penindasan dalam sistem patriarki yang berkelindan dengan struktur sosial-ekonomi yang timpang. Tokoh utama, Dewi Ayu, serta keturunannya, mengalami eksploitasi seksual, kekerasan, dan pembatasan kebebasan. Namun, mereka juga menunjukkan perlawanan dalam berbagai bentuk, baik secara verbal melalui negosiasi dan penolakan terhadap norma patriarki, maupun secara nonverbal dengan tindakan aktif yang menantang struktur kekuasaan yang menindas. Perlawanan ini mencerminkan semangat feminisme dalam upaya merebut hak-hak perempuan yang telah lama terabaikan. Penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra dapat menjadi alat kritik sosial terhadap ketidakadilan gender dan membuka ruang refleksi bagi pembaca mengenai dinamika kekuasaan dalam masyarakat. Dengan demikian, studi ini berkontribusi dalam kajian feminisme dan sastra, serta memberikan perspektif baru dalam memahami perjuangan perempuan terhadap diskriminasi gender dalam konteks budaya dan sejarah Indonesia.
Analysis of the Sociological Approach of Short Story Literature "Robohnya Surau Kami" by A.A. Navis Caecilia Fani Sulistyaningrum*; Setya Tri Nugraha
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 7, No 3 (2024): July, Educational and Social Issue
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v7i3.39486

Abstract

This research analyzes the short story "Robohnya Surau Kami" by A.A. Navis from the sociological approach to literature, focuses on the value of social, cultural, and religious aspects. This short story describes the condition of the Minangkabau people who are facing social and cultural changes, especially related to social concerns, traditional cultural values, and religious practices. Through its characters, this short story criticizes the indifference, lack of social responsibility, and indifference to religious values which have resulted in the collapse of spiritual values in society. Literary sociology methods help in understanding the relationship between literary works and their socio-cultural context, as well as revealing the moral messages and social criticism contained in the stories. From a social aspect, this short story highlights social solidarity, lack of social responsibility, and criticism of society's indifference. Cultural aspects are presented through communal life, traditions, and respect for community figures. Meanwhile, from a religious aspect, this short story shows obedience in worship, the important role of religious institutions, persistence in studying religion, and the existence of religious figures as spiritual leaders. Thus, this short story is not only a narrative, but also a reflection and criticism of social reality, inviting readers to reflect on the values and changes in their society.