This Author published in this journals
All Journal Jurpis
Alan Firdaus
Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Di Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong Lilik Prihadi Utomo; Alan Firdaus
Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol. 16 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong dengan tujuan (1) Untuk mengetahui gambaran kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan, (2) Untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor penunjang aktivitas sebagai nelayan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam peneitian ini adalah 645 KK yang berprofesi sebagai nelayansedangkansampel sebanyak 129 KK. Teknik penentuan sampel yaitu metode acak sederhana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan presentase melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Kecamatan Bolano sudah cukup baik. Nelayan sering menjalin kerja sama 86,00%, tingkat pendidikan SD 37,20%, penghasilan nelayan cukup tinggi 57,40% lebih dari Rp. 3.000.000 perbulan, 65,90% menyatakan terdapat hambatan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Faktor penunjang aktivitas nelayan yaitu ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, tempat tinggal berada dipesisir pantai, dan tingginya permintaan hasil kelautan. Faktor penghambat nelayan yaitu cuaca tidak bersahabat, peralatan tradisional, kurangnya ketrampilan dan modal, serta maraknya pengeboman ikan. Faktor paling mempengaruhi pendapatan nelayan yaitu peralatan yang masih tradisional, kurangnya modal dan ketrampilan menangkap ikan, serta cuaca yang tidak bersahabat.