Muhammad Yazid
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perilaku Konsumtif Pada Konsumen E-Commerce Shopee Di Surabaya Saat Flash Sale Dalam Perspektif Konsumsi Islam Wulan Alyu Nabilla; Muhammad Yazid
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6065

Abstract

Platform e-commerce Shopee adalah salah satu e-commerce yang sering menyediakan promo flash sale pada tanggal-tanggal tertentu. Ini telah terbukti berdampak pada pola konsumsi masyrakat yang lebih cenderung konsumtif. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teori konsumsi Islam memandang konsumsi online saat flash sale di situs e-commerce Shopee. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggali pengetahuan lebih mendalam tentang fenomena perilaku konsumtif di kalangan pembelanja online Shopee di Surabaya saat flash sale dan bagaimana persepsi Islam tentang hal tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melakukan kegiatan konsumsi saat flash sale diperbolehkan sepanjang dilakukan untuk memenuhi mashlahah, atau kebutuhan hidup manusia agar selalu berkecukupan di dunia dan akhirat.
Perilaku Konsumtif Pada Konsumen E-Commerce Shopee Di Surabaya Saat Flash Sale Dalam Perspektif Konsumsi Islam Wulan Alyu Nabilla; Muhammad Yazid
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6065

Abstract

Platform e-commerce Shopee adalah salah satu e-commerce yang sering menyediakan promo flash sale pada tanggal-tanggal tertentu. Ini telah terbukti berdampak pada pola konsumsi masyrakat yang lebih cenderung konsumtif. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teori konsumsi Islam memandang konsumsi online saat flash sale di situs e-commerce Shopee. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggali pengetahuan lebih mendalam tentang fenomena perilaku konsumtif di kalangan pembelanja online Shopee di Surabaya saat flash sale dan bagaimana persepsi Islam tentang hal tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melakukan kegiatan konsumsi saat flash sale diperbolehkan sepanjang dilakukan untuk memenuhi mashlahah, atau kebutuhan hidup manusia agar selalu berkecukupan di dunia dan akhirat.
Non-Hybrid Risk Management: Integration of Sharia Maqashid and Fintech in Risk Mitigation in Sharia Financial Institutions Sarifatul Aini Sarifah; Muhammad Yazid
AT-TASYRI': JURNAL ILMIAH PRODI MUAMALAH Vol. 17 No. 2 (2025): At-Tasyri': Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/agj0zy07

Abstract

Non-performing financing is one of the main challenges in the Islamic finance industry that can have an impact on the stability and sustainability of Islamic financial institutions (LKS). Unlike the conventional system, LKS is bound to sharia principles, which requires a contract-based risk mitigation mechanism and risk-sharing. This study aims to analyze various approaches to sharia risk management in dealing with non-performing financing through literature study methods. Data was obtained from various scientific literature, regulations, and fatwas related to financing risk management in LKS. The results show that contract-based approaches, such as murabahah, ijarah, musyarakah, and mudharabah, have different levels of risk that require specific mitigation strategies. In addition, the principles of maslahah and ta'awun can be implemented in the form of a fairer and more sustainable financing restructuring. The study also found that a combination of early warning systems, business mentoring, and the use of big data-based technology can increase the effectiveness of sharia risk management. In conclusion, the sharia approach in mitigating problematic financing is not only oriented towards profitability, but also on the balance of justice, protection of customer rights, and Islamic economic stability. This finding is expected to be a reference for regulators and Islamic finance practitioners in formulating more effective risk mitigation policies.