Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peningkatan Produksi dengan Metode Seven Tools pada PT. RJ Haidar Fattah Al Bana; Rahmat Agus Santoso
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 15 No. 7 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/covalue.v15i7.4935

Abstract

PT. RJ, didirikan pada tahun 2008 dan berlokasi di Gresik, Jawa Timur, adalah perusahaan yang bergerak di bidang fabrikasi dan konstruksi baja dengan sistem make to order. Produk utamanya mencakup Lintel Set, Grizzly Cover Plate, Roro Bin 200, Roro Bin 300, dan Bumper, yang dibuat sesuai pesanan pelanggan. Perusahaan ini bekerja sama dengan beberapa mitra, seperti PT. Macgregor Plimsoll Indonesia dan PT. Daya Guna Mandiri.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peningkatan produksi melalui metode QC Seven Tools, dengan pendekatan deskriptifkualitatif, termasuk wawancara dan observasi langsung. Data dianalisis menggunakan QC Seven Tools, seperti diagram Pareto, stratifikasi, dan diagram sebab-akibat.Hasil PenelitianTiga masalah utama dalam produksi diidentifikasi: pengelasan berlebihan (47%), pemotongan tidak merata (30%), dan ukuran yang tidak sesuai (23%). Penyebabnya meliputi bahan baku yang tidak sesuai, pengaturan mesin yang kurang tepat, serta kurangnya pengawasan dan pelatihan tenaga kerja.Peningkatan kualitas produksidapat dicapai melalui pemeriksaan bahan baku dan pola, evaluasi pemasok, perawatan mesin, pelatihan tenaga kerja, dan pengawasan ketat. Kebersihan area produksi juga penting untuk mencegah masalah lebih lanjut. Implementasi rekomendasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi, mengurangi kecacatan, dan menjaga kepuasan pelanggan.
Institutional Resilience Capability of Private Higher Education Institutions: Integration of Islamic Organizational Culture and Strategic Networks for Long-Term Competitiveness Haidar Fattah Al Bana; Rahmat Agus Santoso; Eva Desembrianita
Inkubis : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 3 (2026): INKUBIS Jurnal Ekonomi Dan Bisnis
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/inkubis.v8i3.428

Abstract

Background: In an era of volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity (VUCA), private higher education institutions face regulatory, competitive, and quality pressures that require organizational responses capable of maintaining core functions while adapting to disruption. Objective: This study examines how Islamic Organizational Culture and Strategic Networks interact in the Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) case to shape Institutional Resilience Capability and support long-term competitiveness, using the Resource-Based View (RBV) and VRIO logic as an interpretive lens. Methods: A qualitative descriptive-analytical single-case study was conducted at UMG. Data were obtained from nine purposively selected key informants through semi-structured in-depth interviews, passive participant observation, and strategic document analysis. Trustworthiness was supported through source and technique triangulation, member checking, dependability auditing, and an audit trail for confirmability. Results: In the UMG case, the findings indicate that institutional resilience appears to emerge through the interaction of internal value stability and external relational agility. Prophetic values (Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah) and local customs function as a behavioral and cultural shock absorber, while academic, industry/business, and institutional alliances expand access to information and resources. Together, these mechanisms are associated with anticipatory, coping/adaptive, and transformative capacities. Conclusion: The single-case findings suggest that spiritual capital generated through internalized Islamic organizational culture can complement strategic networks in strengthening institutional resilience. The proposed mechanism is context-bound and should be tested across multiple institutions, including through comparative designs and subsequent quantitative modeling.