Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peran Audit Internal dalam Pencegahan dan Deteksi Fraud pada Universitas Negeri Semarang sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Nining Wahyuningsih.; Khoirul Anwar; Mila Kurnia Pinandita
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 15 No. 7 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/covalue.v15i7.4940

Abstract

Status Universitas Negeri Semarang (UNNES) saat ini adalah Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 36 Tahun 2022 tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Negeri Semarang. Satuan Pengawas Internal (SPI) UNNES berperan signifikan dalam upaya pencegahan dan deteksi kecurangan (fraud) untuk mewujudkan Tata Kelola Universitas yang Baik (Good University Governance). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian internal dalam mencegah dan mendeteksi fraud di UNNES sebagai institusi yang telah berstatus PTNBH. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Audit internal di UNNES telah efektif dalam menciptakan budaya yang menjunjung kejujuran dan nilai-nilai etika, sesuai dengan perannya dalam pencegahan fraud. 2). Penerapan dan evaluasi proses pengendalian anti-fraud oleh audit internal UNNES telah sesuai dengan perannya dalam pencegahan fraud. 3). Audit internal UNNES juga telah berperan optimal dalam pengembangan proses pengawasan (oversight process) untuk mencegah fraud. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa penguatan audit internal terbukti efektif dalam mengurangi potensi kecurangan dan meningkatkan tata kelola universitas. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kapasitas audit internal melalui pelatihan berkelanjutan, pengembangan kebijakan, serta peningkatan kesadaran etika di seluruh tingkatan organisasi.
PENGEMBANGAN MEDIA STORY CARD BERBASIS CERITA RAKYAT UNTUK MENDUKUNG PENGUATAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK KELAS VII MTS RIYADLUS SHOLIHIN AL-ISLAMY GUNUNGPATI SEMARANG Wiqoyatulum Ummah; Khoirul Anwar
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.654

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengembangan media Story Card berbasis cerita rakyat dengan model Cooperative Learning dalam mendukung penguatan sikap sosial peserta didik melalui tahap uji validasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ASSURE dari Smaldino & Lowther yang terdiri dari 6 tahapan: (1) menganalisis karakteristik peserta didik, (2) menetapkan standar pembelajaran, (3) memilih media, metode, dan materi, (4) menggunakan media, metode, dan materi, (5) melibatkan peserta didik dalam pembelajaran, (6) evaluasi dan revisi. Hasil observasi awal menunjukkan perlunya pengembangan media Story Card  berbasis cerita rakyat pada materi sejarah lokal untuk mendukung penguatan sikap sosial dalam pembelajaran IPS secara optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Story Card berbasis cerita rakyat memperoleh kategori “Sangat Valid” berdasarkan hasil validasi ahli media sebesar 85%, ahli materi sebesar 86,88%, dan ahli praktisi sebesar 87,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media Story Card memenuhi aspek tampilan visual, penyajian media, keterbacaan, dan kesesuaian materi sehingga layak digunakan dalam pembelajaran IPS. Dengan demikian, media Story Card  berbasis cerita rakyat layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk mendukung penguatan sikap sosial peserta didik kelas VII MTs Riyadlus Sholihin Al-Islamy Gunungpati Semarang.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE SEBAGAI DIGITAL SCAFFOLDING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPS SISWA DI SMP NEGERI 6 SEMARANG Annahdhiyah Saputri; Khoirul Anwar
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.655

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui tingkat validasi media interaktif berbasis Articulate Storyline yang telah dikembangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research and Development (R&D) dengan model ASSURE.  Model ASSURE terdiri atas 6 tahapan, namun dalam penelitian ini dibatasi hingga tahap validasi ahli. Untuk mengukur tingkat kevalidan produk digunakan lembar angket validasi ahli yang terdiri dari 2 orang ahli materi, ahli media, dan ahli praktisi. Hasil keseluruhan penelitian memperoleh nilai 89,38% dengan kategori sangat valid. Temuan ini mengindikasikan bahwa media interaktif berbasis Articulate Storyline telah memenuhi standar kelayakan baik dari aspek substansi materi maupun aspek teknis penyajian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk yang dihasilkan layak digunakan sebagai media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bagi siswa kelas VII SMP. Keberadaan media ini diharapkan mampu meningkatkan  minat belajar siswa melalui penyajian materi yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
PENGARUH MEDIA NEARPOD BERBASIS GAME BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII DI SMPN 34 SEMARANG Istianah Mahfud; Khoirul Anwar
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i1.31307

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan potensi penggunaan media Nearpod berbasis game-based learning dalam pembelajaran IPS kelas VIII di SMPN 34 Semarang. Hasil belajar siswa masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya variasi media pembelajaran. IPS sering dianggap membosankan karena hanya berisi hafalan. Nearpod menawarkan fitur interaktif seperti kuis, polling, video, Draw It, dan Time to Climb. Fitur ini bisa membuat siswa lebih aktif dan tertarik belajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Guru IPS bersikap terbuka dan antusias terhadap Nearpod. Siswa juga sudah terbiasa dengan gawai, sehingga mudah beradaptasi. Namun, masih ada kendala teknis. Misalnya, koneksi internet, ketersediaan LCD proyektor, dan pelatihan guru. Jika didukung dengan baik, Nearpod bisa menjadi media pembelajaran yang efektif. Media ini sesuai dengan karakter siswa masa kini. Proses belajar bisa lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna. This study aims to describe the potential use of Nearpod media based on game-based learning in social studies learning for Grade VIII students at SMP Negeri 34 Semarang. Student learning outcomes are still low. One of the causes is the lack of variety in learning media. Social studies is often considered boring because it only involves memorisation. Nearpod offers interactive features such as quizzes, polls, videos, Draw It, and Time to Climb. These features can make students more active and interested in learning. This study employs a qualitative descriptive method. Data was collected through interviews, observations, and documentation. Social studies teachers were open and enthusiastic about Nearpod. Students are already familiar with gadgets, so they can adapt easily. However, there are still technical challenges. For example, internet connectivity, availability of LCD projectors, and teacher training. If supported properly, Nearpod can be an effective learning medium. This medium aligns with the characteristics of today's students. The learning process can be more active, enjoyable, and meaningful.
Etnovideografi Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Konservasi Sosial-Budaya: Prosedur Produksi Karya Audio-Visual Pada Komunitas Tionghoa Kampung Pecinan Semarang Untuk Penguatan Wawasan Multikultural Mahasiswa Pendidikan IPS Khoirul Anwar
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 3 (2026): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i3.43

Abstract

This study aims to formulate and develop an ethnovideographic production procedure as a culturally and socially conservation-based learning medium, using the Chinese-Indonesian community of Kampung Pecinan, Semarang, as the object of study. The study is motivated by the need of Social Studies Education students for contextual learning experiences grounded in the reality of local cultural diversity, as well as by the limited methodological literature that systematically integrates ethnographic principles with audio-visual production standards within Indonesia's multicultural education context. This research employed a qualitative field-research approach, collecting data through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies, with credibility ensured through source and method triangulation. The findings formulate a ten-stage ethnovideographic production procedure: (1) preliminary study, (2) formulation of research background and problems, (3) literature review, (4) preparation of interview and observation guides, (5) data collection and documentation, (6) data reduction and display, (7) conclusion drawing/verification, (8) script development, (9) picture and sound editing, and (10) preview and finalization. These ten stages successfully bridge ethnographic scholarly inquiry with cinematic conventions, producing an audio-visual work with both academic substance and pedagogical appeal. The study recommends that this procedure be adopted as an alternative model for producing audio-visual learning media on local cultural diversity, and identifies further research opportunities in testing the product's effectiveness in strengthening students' multicultural attitudes.
Pengembangan Daya Promosi Melalui Peningkatan Keterampilan Fotografi Pada Staf di LKP Kampung Inggris Semaraang Khoirul Anwar; Ruhadi; Aan Probo W
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i1.5

Abstract

Lembaga pendidikan baik formal maupun maupun non formal pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dalam perspektif konstitusional yaitu turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Peradaban bangsa ditentukan salah satunya dari kesuksesan dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Lembaga pendidikan non formal memiliki peran yang tidak kalah penting dalam turut serta mendukung program pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintahan maupun swasta. Pengelolaan pendidikan memerlukan kompetensi yang kompleks oleh sumber daya manusianya, salah satunya adalah manajemen informasi dan komunikasi. Era digital menuntut penyesuaian yang tepat guna dan sasaran dalam mendukung peran institusi pendidikan. LKP Kampung Inggris Semarang Semarang adalah lembaga penyeleggara peningkatan keterampilan peserta didiknya dalam berbahasa Inggris. Berkaitan dengan komunikasi dengan pihak luar (pengguna dan calon pengguna) LKP Kampung Inggris Semarang Semarang memerlukan program pengembangan kompetensi pengelolanya, khususnya dalam pembuatan media informasi berbasis fotografis. Progam pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dalam rangka mendukung pengelola LKP Kampung Inggris Semarang yang cakap dalam produksi fotografi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Secara garis besar, program ini menggunakan metode pelatihan (teori dan praktik) serta pendampingan guna memastikan para peserta kegiatan telah menguasai kompetensi yang diharapkan.
Micro-Documentary Learning (Mdl): Pengembangan Video Berbasis Microlearning Sebagai Media Komunikasi Risiko Megathrust Bagi Masyarakat Pesisir Khoirul Anwar; Aprillia Findayani; Rahma Hayati; Wahyu Setyaningsih; Ariyani Indrayati; Dian Purbo Utomo; Rakhan Azzurry Yulianto; Nurfinda Ami Safina; Dwi Septiarini Nurfathonah
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 3 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i3.47

Abstract

The threat of a megathrust earthquake in the seismic gap zone of the southern coast of Java demands the strengthening of risk communication that is easily understood, accessible, and remembered by the lay public, including the coastal community of Karangpakis Village, Cilacap Regency. This article aims to develop and present Micro-Documentary Learning (MDL), a conceptual framework for developing short-duration documentary videos that integrate the principles of microlearning, Cognitive Theory of Multimedia Learning, and Disaster Risk Communication for disaster education in coastal communities. The activity was carried out through eight stages: need assessment, risk communication analysis, microlearning design, script development, documentary production, post-production, community dissemination, and reflection, conducted in collaboration with the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) of Singkil Indah Beach, Karangpakis Village. The results indicate that MDL is capable of condensing complex disaster materials into short viewing units with a single clear learning objective, integrated with local narratives such as biogas potential and MSME activities, thereby making mitigation messages more acceptable without causing excessive panic. MDL is positioned as a conceptual framework bridging seismic studies, multimedia learning sciences, and disaster risk communication practices, with the potential for replication in other coastal villages facing similar threats. The main contribution of this article is the introduction of MDL as a media development framework that can be utilized by community service institutions, village governments, and community groups to design contextual and sustainable disaster education videos.