Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

AHP - SAW DECISION SUPPORT SYSTEM FOR AI-BASED TEACHING MATERIAL RECOMMENDATION Muhammad Amin; Hainur Rasyid; Akmal Akmal
JURTEKSI (jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol. 12 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v12i2.4537

Abstract

Abstract: The development of Artificial Intelligence (AI) in education provides significant opportunities for supporting the development of English teaching materials in elementary schools. However, the wide variety of available AI tools makes it difficult for teachers to select the most appropriate tools for their instructional needs. This study aims to analyze and generate recommendations for AI utilization using a Decision Support System (DSS) based on the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Simple Additive Weighting (SAW) methods. The AHP method is used to determine the weight of criteria based on their importance, while the SAW method is applied to rank alternative AI tools. This study involves teachers at SDN 15 Padang Genting in identifying criteria and evaluating alternatives. The results show that the proposed DSS model is capable of generating appropriate AI tool recommendations based on predefined criteria. This approach contributes to more objective and systematic decision-making in utilizing AI for developing English teaching materials in elementary education. Keywords: analytical hierarchy proces; artificial intelligence; decision support system; simple additive weighting; teaching materials Abstrak: Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan memberikan peluang dalam penyusunan bahan ajar Bahasa Inggris di sekolah dasar. Namun, banyaknya pilihan tools AI menyebabkan guru mengalami kesulitan dalam menentukan tools yang paling sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menghasilkan rekomendasi pemanfaatan AI menggunakan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot kriteria berdasarkan tingkat kepentingannya, sedangkan metode SAW digunakan untuk melakukan perangkingan alternatif tools AI. Penelitian ini melibatkan guru di SDN 15 Padang Genting dalam proses identifikasi kriteria dan penilaian alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SPK mampu menghasilkan rekomendasi tools AI yang sesuai dengan kebutuhan pengguna berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Pendekatan ini memberikan kontribusi dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih objektif dan sistematis dalam pemanfaatan AI untuk penyusunan bahan ajar Bahasa Inggris di sekolah dasar. Kata kunci: analisis proses hierarki; bahan ajar; kecerdasan buatan; sistem pendukung keputusan; simple additive weighting.
ERRORS ANALYSIS IN THE STUDENTS’ PROCEDURE TEXT Akmal Akmal; Zulkarnain Sirait; Suparmadi Suparmadi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 7 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i4.2297

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada studi linguistik dengan menganalisis kesalahan kemampuan siswa dalam menulis komposisi prosedur bahasa Inggris. Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan tentang suatu peristiwa atau kejadian secara berurutan berdasarkan objeknya seperti orang atau benda secara lebih rinci. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini menjelaskan lebih mendalam dalam menjawab permasalahan pembelajaran dengan mewawancarai siswa. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Royal University di Kisaran. Objek penelitiannya adalah teks prosedur siswa yang dibuat ketika mereka diberi tugas. Kesalahannya tidak terlalu banyak, namun hanya sedikit kesalahan dalam penulisan atau posisi. Kesalahan yang terjadi dalam penulisan bahasa inggris dikarenakan siswa tidak mempunyai tata bahasa dasar bahasa inggris pada saat duduk di bangku SMP dan SMA sehingga mereka menulis teks prosedur berbasis internet google untuk mentranslate dari bahasa indonesia ke bahasa inggris sehingga diksinya kata-kata yang tidak sesuai dengan teks.  
EMOTIVE INTERJECTIONS ON BATU BARA MALAY LANGUAGE Akmal Akmal; Zulkarnain Sirait; Suparmadi Suparmadi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3243

Abstract

Abstract: This study conducted to the semantics study especially in the emotive interjections. Interjections are to express the speaker’s states, feeling, actions, reactions, or attitude to a situation around the society. The objective of study is in Batu Bara Malay Language. This method research is qualitative research by using the observation to the field; interview some informants and digital (online) dictionary to get the data. The subjects are some Batu Bara Malay people. The researcher just interviewed the certain people who understood about the interjections. He took the data from tow different areas or districts which were in Batu Bara District, they are in Sei Balai District (Pematang Rambe Village) and Sei Bejangkar District (Talawi Village). From the inteview, he found only 6 (six) words of interjections which were in the society of Batu Bara Malay, namely; adoi, ahoi, huh, ih, idih, and aih. They expressed about the speaker’s emotive and cognitive in using the interjections (Witzbicka). The researcher also checked the data from the online dictionary of Malay language to make sure about the data. Keywords: Emotive, Interjections, Batu Bara Malay Language. Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji semantik khususnya pada interjeksi emotif. Interjeksi digunakan untuk mengungkapkan keadaan, perasaan, tindakan, reaksi, atau sikap pembicara terhadap situasi di sekitar masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah Bahasa Melayu Batu Bara. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan observasi ke lapangan; wawancara dengan beberapa informan dan kamus digital (online) untuk mendapatkan data. Subjek penelitian ini adalah beberapa orang Melayu Batu Bara. Peneliti hanya mewawancarai orang-orang tertentu yang memahami tentang interjeksi. Ia mengambil data dari dua daerah atau distrik yang berbeda yang berada di Kabupaten Batu Bara, yaitu di Kecamatan Sei Balai (Desa Pematang Rambe) dan Kecamatan Sei Bejangkar (Desa Talawi). Dari hasil wawancara, ia hanya menemukan 6 (enam) kata interjeksi yang ada dalam masyarakat Melayu Batu Bara, yaitu; adoi, ahoi, huh, ih, idih, dan aih. Mereka mengungkapkan tentang emotif dan kognitif pembicara dalam menggunakan interjeksi (Witzbicka). Peneliti juga memeriksa data dari kamus daring bahasa Melayu untuk memastikan datanya. Kata kunci: Emosional, Kata Seru, Bahasa Melayu Batu Bara.
PERAN PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PEMUDA TERHADAP KAIDAH BAHASA BAKU Zulkarnain Sirait; Akmal Akmal
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 7 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i4.3781

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of Indonesian language education in enhancing youth compliance, particularly among university students, with the norms of standard language usage. The background of this research is based on the phenomenon of declining use of standard language among young people due to the influence of digital culture and informal communication that dominates daily life. The study employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and analysis of academic documents. The research subjects consist of 20 students from the Information Systems Study Program at Royal University who have taken the Indonesian language course. The findings reveal that Indonesian language education contributes positively to students’ theoretical understanding of standard language norms. However, a gap remains between knowledge and practice. Contributing factors include the dominance of non-standard language in social environments, the lack of emphasis on language aspects in non-language courses, and inconsistency among lecturers in using standard language. The study recommends the need for a more contextual, applicative, and systemic approach to support the consistent use of standard language in both academic and social contexts among students. Keywords: Standard language; Indonesian language education; language compliance. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kepatuhan pemuda, khususnya mahasiswa, terhadap kaidah bahasa baku. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya penggunaan bahasa baku di kalangan pemuda akibat pengaruh budaya digital dan komunikasi informal yang mendominasi kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen akademik. Subjek penelitian adalah 20 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Royal yang telah mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Bahasa Indonesia memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman teoretis mahasiswa mengenai bahasa baku, namun masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik. Faktor-faktor seperti dominasi bahasa nonbaku dalam lingkungan sosial, kurangnya penilaian aspek kebahasaan dalam mata kuliah non-bahasa, serta ketidakkonsistenan dosen dalam penggunaan bahasa baku turut memengaruhi rendahnya kepatuhan mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, aplikatif, dan sistemik dalam mendukung penggunaan bahasa baku secara konsisten dalam kehidupan akademik maupun sosial mahasiswa. Kata kunci: Bahasa baku; pendidikan Bahasa Indonesia; kepatuhan berbahasa.
PENGARUH MATA KULIAH BAHASA INDONESIA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS ROYAL Zulkarnain Sirait; Akmal Akmal; Suparmadi Suparmadi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4038

Abstract

Abstract: This study aims to find and analyze the elements that contribute to the difficulties students face in academic writing. This research focuses on the following issues: ineffective learning methods, students' lack of understanding of the material in Indonesian courses, lack of academic writing practice, and students' inability to apply their knowledge of Indonesian to academic writing. The research method used was qualitative with a case study approach, involving interviews, observations, and documentation of student and lecturer work. In addition, students face challenges when they apply the theories they have learned into academic writing practice. This study suggests more creative teaching methods, more writing exercises with constructive feedback, and more writing consultation and guidance to help students develop their academic writing skills Keywords: Academic writing; lectures; Indonesian language. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis unsur-unsur yang berkontribusi pada kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam menulis akademik. Penelitian ini berfokus pada masalah berikut: metode pembelajaran yang tidak efektif, kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap materi pada mata kuliah bahasa Indonesia, kurangnya latihan menulis akademik, dan ketidakmampuan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan mereka tentang bahasa Indonesia ke dalam tulisan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi hasil kerja mahasiswa dan dosen pengampu. Selain itu, mahasiswa menghadapi tantangan ketika mereka menerapkan teori yang telah mereka pelajari ke dalam praktik menulis akademik. Studi ini menyarankan metode pengajaran yang lebih kreatif, lebih banyak latihan menulis dengan umpan balik konstruktif, dan lebih banyak konsultasi dan bimbingan menulis untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan menulis akademik mereka. Kata kunci: Menulis akademik; perkuliahan; bahasa Indonesia.
MODEL PENDIDIKAN BAHASA BERBASIS LITERASI DIGITAL HUMANISTIK UNTUK PENGUATAN KARAKTER DAN IDENTITAS NASIONAL DI ERA KECERDASAN BUATAN Zulkarnain Sirait; Akmal Akmal; Suparmadi Suparmadi; Friska Anggraini Barus
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4661

Abstract

Abstract: The rapid advancement of digital technology and Artificial Intelligence (AI) has profoundly transformed the paradigm of language education. Language learning today is not only focused on linguistic competence but also serves as a medium for character formation and the strengthening of national identity. This study aims to develop a digital humanistic literacy–based language education model that integrates technological competence with humanistic values, digital ethics, and national awareness in the era of AI. Using a descriptive qualitative approach with a conceptual model development design (qualitative-based R&D), the research was conducted at MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, documentation, and Focus Group Discussions (FGD). The findings produced the Digital-Humanistic Literacy Model (DHLM), which combines three main components: critical digital literacy, humanistic values (empathy, politeness, and responsibility), and national identity reinforcement. Implementation of the model demonstrated increased student participation, awareness of ethical digital communication, and a stronger sense of pride in the Indonesian language. Teachers transformed from information transmitters into digital-humanistic facilitators who nurture reflection and moral responsibility. Conceptually, this model extends the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework into TPACK-H (Humanistic) by incorporating ethical and humanistic dimensions. The model contributes significantly to strengthening the Profil Pelajar Pancasila and supporting the Merdeka Belajar policy in shaping a smart, ethical, and civilized generation within the global digital landscape. Keyword: language education, digital humanistic literacy, character development, national identity, artificial intelligence. Abstrak: Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah paradigma pembelajaran bahasa secara fundamental. Pembelajaran tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan linguistik, tetapi juga harus menjadi sarana pembentukan karakter dan identitas nasional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendidikan bahasa berbasis literasi digital humanistik yang mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan, etika digital, dan semangat kebangsaan di era kecerdasan buatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan pengembangan model konseptual (research and development berbasis kualitatif). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) di MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan. Hasil penelitian menghasilkan Digital-Humanistic Literacy Model (DHLM) yang memadukan tiga komponen utama, yaitu: literasi digital kritis, nilai-nilai humanistik (empati, kesantunan, tanggung jawab), dan penguatan identitas nasional. Implementasi model menunjukkan peningkatan partisipasi belajar, kesadaran etika berbahasa digital, serta rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Guru bertransformasi dari pengajar informasi menjadi fasilitator kemanusiaan digital yang menumbuhkan refleksi dan tanggung jawab peserta didik. Secara konseptual, model ini memperluas kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menjadi TPACK-H (Humanistic) dengan menambahkan dimensi etika dan kemanusiaan. Model ini berkontribusi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila dan implementasi kebijakan Merdeka Belajar dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan beradab di tengah arus globalisasi digital. Kata kunci: pendidikan bahasa, literasi digital humanistik, karakter, identitas nasional, kecerdasan buatan.
ANALISA DAN DESAIN MODEL SISTEM INFORMASI UNTUK SELEKSI KEPALA SEKOLAH TINGKAT SD DI KABUPATEN ASAHAN Iqbal Kamil Siregar; Akmal Akmal
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4674

Abstract

Abstract: The selection process for school principals at the regional level often faces challenges related to efficiency and objectivity due to a reliance on manual mechanisms. This study aims to develop an information system model to support a more structured and transparent selection process for elementary school principals in Asahan Regency. The research method applied is the System Development Life Cycle (SDLC) with an object-oriented modeling approach. The result of this research is a conceptual model of a web-based system, documented through Unified Modeling Language (UML) diagrams, including use case, activity, sequence, and database design. It is concluded that the proposed model provides a systematic framework for workflow automation and assessment standardization. This model offers a conceptual contribution as a foundation for developing applications that can enhance accountability and effectiveness in leadership talent management within the education sector. Keywords: System Design, Education Management, Principal Selection, Information System, UML.  Abstrak: Proses seleksi kepala sekolah di tingkat daerah seringkali dihadapkan pada tantangan efisiensi dan objektivitas akibat ketergantungan pada mekanisme manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model sistem informasi guna mendukung proses seleksi kepala Sekolah Dasar di Kabupaten Asahan agar lebih terstruktur dan transparan. Metode penelitian yang diterapkan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan pemodelan berorientasi objek. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah model konseptual sistem berbasis web yang terdokumentasi melalui diagram Unified Modeling Language (UML), meliputi use case, activity, sequence, dan perancangan basis data. Disimpulkan bahwa model yang diusulkan ini mampu menyediakan kerangka kerja yang sistematis untuk otomatisasi alur kerja dan standarisasi penilaian. Model ini memberikan kontribusi konseptual sebagai dasar untuk pengembangan aplikasi yang dapat meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas manajemen talenta kepemimpinan di sektor pendidikan. Kata Kunci: Desain Sistem, Manajemen Pendidikan, Seleksi Kepala Sekolah, Sistem Informasi, UML.