Kevin Nuansa Aghita Sembiring
Politeknik Penerbangan Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP DEMOKRASI PANCASILA M Syafiq Jain; Laurenchius Irvan Freddy Marbun; Kevin Nuansa Aghita Sembiring; Indry Alem Nurieka; Hairul Amren
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7, No 3 (2024): August 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i3.2154

Abstract

Abstract: Various aspects of life, including Pancasila democracy in Indonesia, have been greatly influenced by advances in information and communication technology, especially social media. Social media is an important tool for disseminating information, shaping public opinion, and increasing citizen involvement in the democratic process. The aim of this research is to see how social media influences the 10 pillars of Pancasila democracy, with an emphasis on elements such as transparency, participation and accountability. This study uses literature and content analysis from various social media platforms such as Facebook, Twitter, and Instagram. The research results show that social media can help strengthen Pancasila democracy by providing a more open and inclusive platform where people can express their aspirations and criticize government policies. On the other hand, social media can also cause problems, such as polarization of society and the spread of misinformation (hoaxes). In conclusion, social media is very important to strengthen the pillars of Pancasila democracy. However, to ensure the influence of social media remains positive and constructive, issues such as polarization and the spread of inaccurate information must be addressed. Keywords: Social Media, Pancasila, Society Abstrak: Berbagai aspek kehidupan, termasuk demokrasi Pancasila di Indonesia, telah sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media sosial. Media sosial adalah alat penting untuk menyebarkan informasi, membentuk opini publik, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana media sosial memengaruhi 10 pilar demokrasi Pancasila, dengan penekanan pada elemen seperti transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Studi ini menggunakan literatur dan analisis konten dari berbagai platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat membantu memperkuat demokrasi Pancasila dengan menyediakan platform yang lebih terbuka dan inklusif di mana orang dapat menyampaikan aspirasi mereka dan mengkritik kebijakan pemerintah. Sebaliknya, media sosial juga dapat menyebabkan masalah seperti polarisasi masyarakat dan penyebaran informasi palsu. Sebagai kesimpulan, media sosial memainkan peran penting dalam memperkuat prinsip-prinsip demokrasi Pancasila. Namun, masalah seperti polarisasi dan penyebaran informasi yang salah harus diatasi untuk memastikan pengaruh media sosial tetap positif dan konstruktif. Kata kunci: Media Social, Pancasila, Masyarakat
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP DEMOKRASI PANCASILA M Syafiq Jain; Laurenchius Irvan Freddy Marbun; Kevin Nuansa Aghita Sembiring; Indry Alem Nurieka; Hairul Amren
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 7 No. 3 (2024): August 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i3.2154

Abstract

Abstract: Various aspects of life, including Pancasila democracy in Indonesia, have been greatly influenced by advances in information and communication technology, especially social media. Social media is an important tool for disseminating information, shaping public opinion, and increasing citizen involvement in the democratic process. The aim of this research is to see how social media influences the 10 pillars of Pancasila democracy, with an emphasis on elements such as transparency, participation and accountability. This study uses literature and content analysis from various social media platforms such as Facebook, Twitter, and Instagram. The research results show that social media can help strengthen Pancasila democracy by providing a more open and inclusive platform where people can express their aspirations and criticize government policies. On the other hand, social media can also cause problems, such as polarization of society and the spread of misinformation (hoaxes). In conclusion, social media is very important to strengthen the pillars of Pancasila democracy. However, to ensure the influence of social media remains positive and constructive, issues such as polarization and the spread of inaccurate information must be addressed. Keywords: Social Media, Pancasila, Society Abstrak: Berbagai aspek kehidupan, termasuk demokrasi Pancasila di Indonesia, telah sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media sosial. Media sosial adalah alat penting untuk menyebarkan informasi, membentuk opini publik, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana media sosial memengaruhi 10 pilar demokrasi Pancasila, dengan penekanan pada elemen seperti transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Studi ini menggunakan literatur dan analisis konten dari berbagai platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat membantu memperkuat demokrasi Pancasila dengan menyediakan platform yang lebih terbuka dan inklusif di mana orang dapat menyampaikan aspirasi mereka dan mengkritik kebijakan pemerintah. Sebaliknya, media sosial juga dapat menyebabkan masalah seperti polarisasi masyarakat dan penyebaran informasi palsu. Sebagai kesimpulan, media sosial memainkan peran penting dalam memperkuat prinsip-prinsip demokrasi Pancasila. Namun, masalah seperti polarisasi dan penyebaran informasi yang salah harus diatasi untuk memastikan pengaruh media sosial tetap positif dan konstruktif. Kata kunci: Media Social, Pancasila, Masyarakat
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU BERBASIS TURBIN VERTIKAL SEBAGAI ALAT PENGUKURAN TEGANGAN KELUARAN Kevin Nuansa Aghita Sembiring; Usman Usman; Fauziah Nur
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4608

Abstract

Abstract: This final project discusses the design and construction of a Vertical Axis Wind Turbine (VAWT)-based Wind Power Plant (PLTB) as a prototype for measuring output voltage. The system employs a Darius-type vertical wind turbine connected to a BLDC (Brushless Direct Current) motor functioning as a generator. The generator produces three-phase AC voltage, which is then rectified using a three-phase full-wave bridge rectifier with six diodes to generate DC voltage. The research focuses on testing the relationship between wind speed and output voltage on both the AC and DC sides. Measurements were carried out using a digital multimeter with artificial and natural wind sources. The results show that the output voltage increases with higher wind speed, and after rectification, the generated DC voltage is relatively stable and consistent with the theory of electrical energy conversion. Overall, the PLTB prototype successfully operates as intended to generate electrical voltage from wind energy and can serve as a reference for analyzing the performance of small-scale wind power systems as well as the development of renewable energy technologies. Keywords:  Wind Power Generator, Vertical Axis Wind Turbine, Renewable Energy. Abstrak: Proyek akhir ini membahas Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Berbasis Turbin Vertikal sebagai prototipe alat pengukuran tegangan keluaran. Sistem menggunakan turbin angin vertikal tipe Darius yang dihubungkan dengan motor BLDC (Brushless Direct Current) sebagai generator. Tegangan AC tiga fasa yang dihasilkan kemudian disearahkan melalui rangkaian three-phase full-wave bridge rectifier dengan enam dioda untuk menghasilkan tegangan DC. Penelitian difokuskan pada pengujian hubungan kecepatan angin dengan tegangan keluaran pada sisi AC maupun DC. Pengukuran dilakukan menggunakan multimeter digital dengan sumber angin buatan maupun alami. Hasil menunjukkan bahwa tegangan keluaran meningkat seiring bertambahnya kecepatan angin, dan setelah penyearahan menghasilkan tegangan DC yang stabil sesuai teori konversi energi listrik. Secara keseluruhan, prototipe PLTB ini berhasil berfungsi sesuai tujuan untuk menghasilkan tegangan listrik dari energi angin, serta dapat dijadikan acuan analisis kinerja sistem PLTB skala kecil dan pengembangan energi terbarukan. Kata kunci: :  Pembangkit Listrik Tenaga Bayu,Turbin Angin, Energi Terbarukan.