Oscar Gilang Purnajati
Universitas Kristen Duta Wacana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK: THE RELATIONSHIP OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING TO COGNITIVE DEVELOPMENT IN CHILDREN Sarlota Novelda Radjah; Fx Wikan Indrarto; Hendi Wicaksono; Oscar Gilang Purnajati
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung Vol. 2 No. 2 (2023): JMHSA
Publisher : Midwifery Department of Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan dasar bayi berusia 0 – 6 bulan adalah ASI. Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sangat mempengaruhi perkembangan dan fungsi kognitif diusia selanjutnya karena bayi menerima nutrisi lengkap serta stimulasi sensori yang komprehensif. Kandungan DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid) dalam ASI dapat menunjang perkembangan otak. Kognitif merupakan proses berpikir yakni seorang individu memiliki kemampuan menilai, mempertimbangkan, dan menghubungkan suatu peristiwa. Dalam hal ini, kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan seseorang serta fokus pada ide-ide berpikir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan kognitif anak usia 4-6 tahun di TK Bopkri Gondolayu Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik observasional dengan desain potong lintang yang dilakukan pada 41 anak berusia 4-6 tahun dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai riwayat ASI eksklusif, pertanyaan seputar perkembangan kognitif anak serta pengukuran BB dan TB anak. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat yang selanjutnya menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan bantuan software SPSS versi 22. Hasil penelitian berdasarkan uji Fisher’s Exact Test menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan kognitif anak dengan nilai p-value > 0,05. Hasil uji statistik pada variabel lain diantaranya yaitu jenis kelamin, penyakit kronis, status gizi dan lingkungan terhadap perkembangan kognitif anak menunjukkan hasil tidak signifikan (p-value > 0,05). Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan kognitif pada anak usia 4-6 tahun.