Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit dengan kasus tertinggi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, dengan 1.655 kasus pada tahun 2025 dan 512 kasus pada awal tahun 2026. Hasil identifikasi awal melalui kuesioner Knowledge, Attitude, and Practice (KAP) menunjukkan bahwa perilaku pencegahan masyarakat (46,7% kategori baik) masih tertinggal dibandingkan sikap yang sudah relatif positif (66,7% kategori baik), sehingga edukasi tatap muka dipilih sebagai prioritas intervensi berdasarkan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya ibu balita, tentang pencegahan ISPA melalui edukasi langsung berbasis media poster di posyandu. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan melalui kuesioner KAP, penentuan prioritas masalah dengan metode USG, penyusunan media poster edukasi, serta pelaksanaan edukasi tatap muka disertai sesi tanya jawab di dua posyandu wilayah kerja Puskesmas Tanjung Palas. Sasaran kegiatan adalah ibu balita, kader, dan masyarakat pengunjung Posyandu Buah Hati SP3 dan Posyandu Melati SP4. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran dan partisipasi yang tinggi pada kedua sesi edukasi, ditandai dengan sesi tanya jawab yang aktif, serta poster edukasi yang ditinggalkan secara permanen di lokasi posyandu sebagai media informasi pasif berkelanjutan. Seluruh kegiatan yang direncanakan dalam Plan of Action (POA) terlaksana sesuai target pada bulan Mei 2026. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan peran tenaga promosi kesehatan dalam edukasi pencegahan ISPA berbasis kebutuhan nyata masyarakat serta menegaskan pentingnya keberlanjutan edukasi rutin di posyandu.