Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proyek Smart Screening dan Solusi Stunting Terpadu Model Kerjasama RS Islam Jakarta Pondok Kopi Dengan Puskesmas dan Kelurahan Pondok Kopi Dalam Penanganan Stunting Umi Sjarqiah; Felia Handayani; Yunetti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i12.2362

Abstract

Balita merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi, di mana gizi kurang dan stunting masih menjadi isu utama yang memerlukan perhatian serius. Prevalensi kedua kondisi ini di Indonesia, khususnya di Kecamatan Duren Sawit, cukup tinggi, menunjukkan perlunya intervensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah gizi kurang dan stunting pada anak balita melalui program intervensi yang melibatkan berbagai pihak. Program intervensi, bernama Jakarta Beraksi Bersama Orang Tua Asuh Mengintervensi Anak Stunting Duren Sawit (Batwan Duwit), dilaksanakan dengan kolaborasi antara rumah sakit, klinik, dan lembaga terkait. Tim Stunting RS Islam Jakarta Pondok Kopi berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui praktik perubahan perilaku dan pemulihan gizi, serta menyediakan terapi medis jika diperlukan. Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi antara petugas rumah sakit dan puskesmas, termasuk dokter, petugas gizi, serta lintas sektoral seperti Camat, Lurah, dan Dinas Sosial. Melalui kerjasama ini, RS Islam Jakarta Pondok Kopi mengembangkan layanan prioritas stunting dengan jalur fastrack, yang mempercepat proses pendaftaran hingga pengobatan bagi pasien. Pendekatan kolaboratif dalam program intervensi ini diharapkan dapat menurunkan prevalensi gizi kurang dan stunting pada balita di Kecamatan Duren Sawit, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi yang baik selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Differences in Mental Health Based on Age and Gender of the Elderly in Social Shelters Farsida Farsida; Syahrizal Mahara; Umi Sjarqiah; Tri Ariguntar Wikanningtyas; Rahmini Shabariah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.5342

Abstract

Mental health in older adults is shaped by physical and social environments, life experiences, and aging-related challenges like declining capacity, reduced functionality, and psychological stress. The 2019 Global Health Estimates (GHE) reports mental disorders account for 10.6% of elderly disability, with 14% of those aged 60 and over affected, primarily by depression and anxiety. Objective: This study aims to examine the differences in mental health based on age and gender among the elderly in social shelters. Methods: A cross-sectional study was conducted at the social shelter, in September-October 2023. A sample of 80 elderly individuals was selected using purposive sampling. Data were collected through interviews using a questionnaire with the DASS 21 (Depression Anxiety Stress Scales) instrument. Data analysis was performed using chi-square tests. Results: Most had normal mental health: depression (43.8%), anxiety (61.2%), and stress (76.2%). Gender correlated with anxiety (p<0.001) but not depression or stress, while age showed no significant relationships. Conclusion: Most elderly in the shelter had normal mental health, with gender linked to anxiety and age unrelated to depression, anxiety, or stress. These findings emphasize the importance of considering gender factors in efforts to improve mental health among the elderly.