Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Program Kampung KB (Keluarga Berencana) Dalam Upaya Meningkatkan Peserta KB Aktif (Studi Kasus Pada Desa Kuanheun Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang) Afrida DS*; William Djani; Laurensius P. Sayrani
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Januari, Social, Education, Political, Economic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i1.23564

Abstract

Masalah pertumbuhan penduduk di Indonesia yang membengkak masih menjadi pembahasan yang serius. Sehingga dibentuklah program Kampung KB yang merupakan satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program KKBPK yang dilakukan secara sistemik dan sistematis untuk mendekatkan pembangunan kepada masyarakat. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas program Kampung KB (Keluarga Berencana) dalam upaya meningkatkan jumlah peserta KB aktif dalam pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur di Desa Kuanheun; dan faktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung dalam upaya meningkatkan jumlah peserta KB aktif dalam pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur. Metode Penelitian: Jenis penelitian menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Hasil Penelitian: Pendekatan Indikator Sutrisno, 2007, Pemahaman Program: Masih ada peserta Kampung KB yang belum memahami seutuhnya tentang keseluruhan program. Tepat Sasaran: secara khusus target yang diberikan yaitu kepada PUS dan WUS ini belum memenuhi sasaran, karena masih terbatas pada WUS yang hadir. Tepat Waktu: Penerapan penggunaan alat kontrasepsi yang dilakukan di Desa Kuanheun Sudah sesuai dengan waktu yang ditentukan. Tercapainya Tujuan: Peserta telah mencapai tujuan pribadi dengan mengikuti program yang selama ini dijalankan khusus untuk penggunaan alat kontrasepsi. Perubahan Nyata: semua peserta menjadi lebih aktif dan parsipatif dalam program Kampung KB. faktor yang mendukung: Dukungan Pemerintah Desa dan Bidan Desa, Testimoni masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya, Pelayanan secara gratis. faktor- faktor penghambat: Kurangnya partisipasi aktif masyarakat karena masih merasa tabu dan belum paham dengan program kontrasepsi, Sarana Prasarana terbatas, Ketersediaan Dana, Kelalaian menggunakan alat kontrasepsi, Kurangnya sosialisasi secara pribadi, terutama saat terjadinya pandemic. Saran: Meningkatkan Pemahaman masyarakat yang terlibat dalam Program, Pembuatan Leaflet/poster, Pembuatan SOP untuk semua program yang dijalankan, Pengadaan mobil keliling, Peningkatan evaluasi program.
Peran Lembaga Adat dalam Menerapkan Nilai-Nilai Adat di Masyarakat Adat Lamakera: Studi Kasus Orang Tua Adat Suku Pito di Lamakera Sulaiman Mustafa Wuhdin; Afrida Deko Sega
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 1 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i1.5848

Abstract

Culture is basically values ​​that emerge from the process of interaction between individuals. These values ​​are recognized, either directly or indirectly, over time in the interaction. This diversity is what makes Indonesia rich in customs. Through these ethnic cultures and tribes, an indigenous society is formed that occupies an area spread across Indonesia. Society is a system. Values ​​and norms grow within that society. If a society has been able to carry out its functions well, then functionally the society has been able to maintain values ​​and norms so that the life of the society can run in harmony. Customs and culture are a legacy from ancestors that must be maintained, one of which is in terms of traditional ceremonies, clothing, house shapes, social environments, livelihoods, including in religious traditions. Attitudes that used to be thick in the culture of the Indonesian nation, such as friendliness, politeness, empathy for others, the spirit of mutual cooperation, and high tolerance, seem to be fading. The approach used in this study is a qualitative approach where the data obtained comes from the field by conducting observations and in-depth interviews with informants who know and understand the problems being studied, stating that qualitative research is research that uses a natural setting, with the intention of interpreting the phenomena that occur and is carried out by involving various existing methods. The technique used in selecting informant data sources in the study, namely by using purposive sampling techniques, namely data source sampling techniques with certain considerations. The form of research used is descriptive research, namely research that describes or depicts certain situations based on data obtained in detail according to the problems set in this study.