Muhammad Risaldi
Universitas Pembangunan Nasional "VETERAN" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN KERJA BERSERTIFIKAT DI DINAS PERINDUSTRIAN DAN TENAGA KERJA KOTA SURABAYA Muhammad Risaldi; Lukman Arif
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 8 (2026): 2026 Agustus
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i8.991

Abstract

Kesenjangan keahlian tenaga kerja lokal dan tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Surabaya. Guna menjawab kebutuhan pasar industri dan meningkatkan kualitas angkatan kerja, Pemerintah Kota Surabaya mencetuskan Pelatihan Kerja Bersertifikat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Pelatihan Kerja Bersertifikat di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya dalam menekan angka pengangguran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi bersama informan dari pihak dinas, LPK mitra, dan peserta program. Analisis data menerapkan teknik model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan pisau analisis menggunakan teori efektivitas menurut Duncan dalam Steers (1985) yang meliputi aspek pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pencapaian tujuan berjalan optimal melalui pelatihan intensif 13–14 hari yang menghasilkan tingkat kelulusan memuaskan serta kepemilikan sertifikasi kompetensi resmi BNSP untuk meningkatkan daya saing kerja. Aspek integrasi terjalin kuat melalui sosialisasi digital secara luas yang mendorong peningkatan minat hingga 6.500 pendaftar pada tahun 2025, serta keberhasilan membangun kerja sama dengan LPK swasta dan industri mitra. Sementara itu, aspek adaptasi menunjukkan daya tanggap yang tinggi melalui penyediaan 22 jenis keahlian berdasarkan tren pasar dan penjaringan aspirasi Musrenbang, meskipun masih memerlukan perbaikan pada fasilitas fisik mitra. Secara keseluruhan, program ini terbukti efektif sebagai langkah nyata dalam pemberdayaan tenaga kerja lokal.