Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluation of Acid Mine Drainage Neutralization Using CaO and Alum Ridho Yovanda; Audrey Faiza Rosa; Finny Marsyah; Wiya Elsa Fitri; Adewirli Putra
JURNAL KATALISATOR Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Katalisator, Volume 11 No 1 April 2026
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v11i1.3538

Abstract

Acid mine drainage (AMD) is a major environmental issue associated with coal mining activities, characterized by low pH and elevated concentrations of dissolved metals that can degrade water quality and harm aquatic ecosystems. Active treatment using alkaline materials such as quicklime (CaO) combined with coagulants like alum is widely applied to neutralize acidity and reduce metal content. This study aims to evaluate the effectiveness of CaO and alum in improving the pH of acid mine drainage. The research was conducted through a combination of field testing and laboratory analysis. The treatment process involved dosing quicklime and alum into acid mine drainage, followed by periodic pH measurements at inlet and outlet points over a one-month observation period. Data were analyzed using linear regression to determine the relationship between CaO dosage and pH changes. The results showed that the initial pH of acid mine drainage remained acidic, with an average value of 4.43, and increased slightly within the range of 4.43 to 4.76 after treatment. Regression analysis indicated a strong correlation (R² = 0.9537) between CaO dosage and pH increase, suggesting that higher dosages contribute to improved neutralization performance. However, the achieved pH values have not yet met the environmental quality standard (pH ≥ 6), indicating that further optimization of treatment dosage and process conditions is required. These findings highlight that while the combination of CaO and alum has potential in neutralizing acid mine drainage, its current application is not yet sufficient to achieve regulatory compliance and improvements in treatment design are necessary.
Hubungan Faktor Perilaku dengan Kejadian Tuberkulosis di Kota Padang Finy Marsyah; Audrey Faiza Rosa; Annisa Novita Sary; Oktariyani Dasril
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2885

Abstract

Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun internasional sehingga menjadi tujuan SDGs. Pada tahun 2021 jumlah kasus tuberkulosis di Kota Padang adalah 1.656 kasus, angka kesembuhan menurun dari 1009 menjadi 457. Angka kematian meningkat dari 75 menjadi 93 kematian akibat tb. Tujuan: Menganalisis faktor kesehatan lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan tuberkulosis. Metode: Penelitian kuantitatif, desain comparative cross sectional study. Responden kelompok tuberkulosis adalah penderita tuberkulosis yang pernah tinggal serumah dengan penderita tuberkulosis (36 orang). Kelompok non tb adalah bukan penderita tb yang pernah serumah dengan penderita tb (36 orang). Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistik. Penelitian ini dilakukan di 5 Puskesmas di Kota Padang dari Januari-Juli 2023Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 63,9% responden berpengetahuan, 51,4% responden cenderung bersikap baik dan 51,4% responden sudah melakukan tindakan yang baik terhadap pencegahan tuberkulosis. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,01), sikap (p=0,005) dan tindakan (p=0,000) dengan kejadian tuberkulosis. Variabel tindakan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian tuberkulosis di Kota Padang pada tahun 2023.Kesimpulan dan Saran: Variabel yang paling berhubungan dengan kejadian tuberkulosis adalah tindakan pencegahan tuberkulosis. Penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bagi perguruan tinggi untuk melakukan pengabdian masyarakat terkait pencegahan tuberkulosis agar dapat meningkatkan health literacy masyarakat