Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pra Lansia di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sungai Karias Fitri Amalina; M. Bahrul Ilmi; Ridha Hayati; Akhmad Fauzan
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v11i2.533

Abstract

Based on data of the UPT Puskesmas Sungai Karias, it was found that hypertension was ranked first among the ten most common diseases. The purpose of this study was to analyze the association  between knowledge of hypertension, smoking behavior, and the habit of consuming salty foods with the incidence of hypertension in pre-elderly. The design of this study used an analytic survey method with a cross sectional approach. Sampling with Accidental Sampling technique with a sample number of 92 respondents. Methods and measuring tools using interviews with a questionnaire guide, then the data analysis carried out was univariate, bivariate using the chi-square test. From the results of the study, it can be concluded that the incidence of hypertension in pre-elderly is the most with hypertension category of 67 respondents (72.8%). Knowledge about hypertension with sufficient and good knowledge has the same value as many as 28 respondents (28.3%). The most smoking behavior in the category of consuming cigarettes was 64 respondents (69.6%). The habit of consuming salty food was the most in the category of heavy consumption habits of 53 respondents (57.6%). There is a association between knowledge of hypertension, smoking behavior, and habit of consuming salty food with the incidence of hypertension at UPT Puskesmas Sungai Karias with respective values = 0.000 < 0.05. It is hoped that the community, especially the pre-elderly can carry out prevention aspects especially the factors that cause hypertension directly or indirectly
Gerakan Anak Cerdas Memilih Jajanan Sehat Melalui Edukasi Di SDN 3 Sungai Besar Kota Banjarbaru Hilda Irianty; Fitri Novita Sari Widodo; Jesica Pretisia; Fransisco Leo Tasik; Sarah Zein; M. Rifki Andra Firdaus; Ridha Hayati; Mahmudah Mahmudah; Hikmah Yusida; Deni Suryanto
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1058

Abstract

Pendahuluan: Dilihat dari kegiatan pengabdian sebelumnya, program edukasi masih terbatas dan belum mampu meningkatkan pengetahuan anak, tetapi juga membentuk perilaku nyata anak dalam memilih jajanan sehat secara mandiri dan berkelanjutan. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, khususnya terkait pola konsumsi jajanan di lingkungan sekolah. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa/i sekolah dasar melalui gerakan anak cerdas dalam memilih jajanan sehat melalui edukasi di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan tanya jawab, serta ada ice breaking  yang dilaksanakan di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru, dengan khalayak sasaran kelas VI B berjumlah 24 orang. Adapun metode pelaksanaan terdiri dari 3 tahapan, yaitu perizinan, perencanaan, dan pelaksanaan. Alat dan bahan yang digunakan berupa poster, PowerPoint untuk pemberian edukasi, LCD, spanduk, snack dan hadiah untuk siswa yang menjawab pertanyaan. Hasil : Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah pemberian edukasi tentang jajanan sehat, diperoleh gambaran bahwa sebagian besar siswa masih memiliki kebiasaan konsumsi yang kurang sehat. Banyak siswa menyatakan kurang menyukai sayuran dan lebih cenderung mengonsumsi jajanan kemasan. Simpulan: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman yang baik mengenai ciri-ciri jajanan yang sehat, aman, dan bergizi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai jajanan sehat masih perlu ditingkatkan melalui edukasi dan penyuluhan yang berkelanjutan.