Maulana Akbar, Firdaus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Kursi Dalam Surat Al-Baqarah (2):255 Anlisis Semiotika Roland Barthes Maulana Akbar, Firdaus
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1183

Abstract

Tulisan ini membahas tentang makna kursi yang terdapat pada QS Al-Baqarah (2) 255 Allah berfirman: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk. Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak pula oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”. Makna kursi selama ini diartikan oleh masyarakat adalah ilmu dan kekuasan. Padahal kata kursi memiliki banyak makna apabila dikaji menggunakan banyak kitab tafsir dan penafsiran ulama. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan beragam pemaknaan kursi dengan menggunakan pendekatan Roland Barthes yaitu denotasi dan konotasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa makna kursi pada tingkat denotasi ialah ilmu dan kekuasaan Allah, dan ketika naik pada Tingkat kedua konotasi kursi mendapatkan perluasan makna menjadi Allah maha kuasa atas seluruh hambanya, dan akhirya sampai pada mitos yaitu Tidak ada yang sebanding dengan Allah Swt didunia ini. This paper discusses the meaning of the chair found in QS Al-Baqarah (2) 255 Allah says: “Allah, there is no god but He, the Ever-Living, is constantly taking care of creation. He is not stricken by drowsiness nor by sleep. To Him belongs what is in the heavens and what is in the earth. No one can intercede with Him without His permission. He knows what is before them and what is behind them. They know nothing of His knowledge, except what He wills. His Kursi encompasses the heavens and the earth, and He does not find it hard to maintain them. He is the Most High, the Most Great”. The meaning of Kursi has been interpreted by the community as knowledge and power. In fact, the word Kursi has many meanings when studied using many books of tafsir and interpretations of scholars. This research aims to find various meanings of kursi by using Roland Barthes' approach, namely denotation and connotation. To achieve this goal, this study concludes that the meaning of the chair at the denotation level is the knowledge and power of Allah, and when it rises to the second level of connotation, the chair gets an expansion of meaning to become Allah omnipotent over all his servants, and finally arrives at the myth that there is nothing comparable to Allah Swt in this world.