Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship between the Severity of Atopic Dermatitis and Sleep Quality in Widya Mandala Surabaya Catholic University Teaching Hospital Patients Caecilia Elva; Oenarta, Dave Gerald; Djaputra, Edith Maria
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Vol. 36 No. 3 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bikk.V36.3.2024.202-206

Abstract

Background: Atopic dermatitis is a chronic inflammatory skin disease that commonly begins during childhood. Most atopic dermatitis patients may experience symptoms that continue into adulthood. Itching is the characteristic symptom of atopic dermatitis. Over time, patients’ itching can lead to sleep disturbances. In fact, every human being requires sleep to maintain the balance of metabolism, calories, temperature, and immunity. If a person often lacks sleep, the risk of obesity, type 2 diabetes mellitus, hypertension, heart disease, stroke, deterioration of mental health, and premature death will increase. Purpose: To analyze the relationship between the severity of atopic dermatitis and sleep quality in Widya Mandala Surabaya Catholic University (WMSCU) teaching hospital patients. Methods: This is an analytic study with a cross-sectional research design. This study used the purposive sampling technique as its sampling method. A dermatologist used the Eczema Area and Severity Index (EASI) instrument, to assess the severity of atopic dermatitis in the samples, and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire to assess their sleep quality. Result: The Mann-Whitney test showed a p value of 0.348 (p> 0.05). Conclusion: There is no significant relationship between the severity of atopic dermatitis and sleep quality in WMSCU teaching hospital patients.
Evaluasi Pelaksanaan Posyandu ILP di Wilayah Kerja Wringinanom Kabupaten Gresik Tahun 2025 Chandra Wibowo, Febrian; Kezia Chriselda Efrayin; Yobby Kurniawan Hadi; Lisa Puspita Angky; Antonius Kevin Khoesasih; Jessica Julia Bulain; Viona Patricia; Amalia Uswatun Chasanah; Ni Nengah Krisnina Fajarini; Vincentius Kevin Sunjaya; Albertus Magnus Yubel Andro; Axela Elisabeth Simon; Belinda Peregrina M. Nahak; Caecilia Elva; Camillians Ninik L.
ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. ZIVANA CENDEKIAWAN BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pos Pelayanan Terpadu Integrasi Layanan Primer (Posyandu ILP) merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer yang bertujuan memperluas cakupan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Implementasi ILP yang relatif baru berpotensi mempengaruhi pencapaian indikator posyandu aktif, sehingga diperlukan evaluasi pada periode awal penerapannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Posyandu ILP berdasarkan indikator posyandu aktif di wilayah kerja Puskesmas Wringinanom Kabupaten Gresik periode Desember 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian adalah seluruh Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Wringinanom yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist indikator Posyandu Aktif serta konfirmasi kepada kader posyandu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebanyak 36 Posyandu ILP dievaluasi. Seluruh posyandu melaksanakan kegiatan rutin bulanan, dan 97,2% memenuhi kriteria jumlah kader minimal. Pelayanan kesehatan ibu, anak, dewasa, dan lansia sebagian besar telah dilaksanakan sesuai konsep siklus hidup. Namun, cakupan pelayanan imunisasi anak masih terbatas dan layanan keluarga berencana belum dilaksanakan secara menyeluruh. Berdasarkan indikator Posyandu Aktif, 97,2% posyandu dikategorikan aktif. Kesimpulan: Sebagian besar Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Wringinanom telah memenuhi kriteria posyandu aktif, namun masih diperlukan penguatan pada aspek pelayanan tertentu untuk optimalisasi pelaksanaan ILP .