Maryam Batubara
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Distribusi Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Laznas IZI Medan Iyad Hafizhulluthfi; Maryam Batubara; Yenni Samri Juliati Nasution
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus - September 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i5.2735

Abstract

Penelitian yang berjudul Strategi Distribusi Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Laznas IZI Medan ini ditujukan untuk mengetahui faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat distribusi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dilaksanakan di Lembaga Zakat Nasional IZI perwakilan Sumatera Utara. Studi ini menerapkan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dari narasumber yang memiliki hubungan langsung dengan penelitian yang dilaksanakan. Dari penelitian yang telah dilakukan, di Laznas IZI Medan terdapat beberapa faktor kelemahan dalam terlaksananya pendistribusian, pertama keterbatasan relawan yang ada di Laznas IZI Medan, dan yang kedua jangkauan yang luas. Adapun faktor pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui distribusi zakat di laznas izi medan antara lain, mengedukasi masyarakat, membuat program perencanaan, dan melaksanakan program. Dalam kesempatan ini peneliti juga mengharapkan peningkatan program dalam mendistribusikan zakat di kelembagaan IZI Medan agar lebih efektif dan efisien melalui program-program pemerintah seperti program pengembangan ilmu teknologi pada sistem pengelolaan zakat yang terintegritas. Semoga kedepannya Laznas IZI Medan dapat meningkatkan kualitas pada saat mendistribusikan zakat guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
The Management of Zakat and Waqf in the Economic Development Efforts of Aljazair Maryam Batubara; Sibral Malasyi
Economit Journal: Scientific Journal of Accountancy, Management and Finance Vol 4 No 1 (2024): Economit Journal: Scientific Journal of Accountancy, Management and Finance: (Feb
Publisher : Britain International for Academic Research (BIAR-Publisher)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/economit.v4i1.1056

Abstract

This article discusses zakat management in Aljazair, focusing on changes in zakat management plans, the history of Zakat, and mechanisms for collecting and distributing zakat funds. Aljazair is facing changes in zakat management with plans to establish a National Zakat Council, in response to public dissatisfaction with the existing system. The history of Zakat in Aljazair reflects its critical role before the colonial era, but experienced significant decline during that period. Zakat management in Aljazair involves Kotak Zakat as a voluntary organization with strategic partnerships, innovation in utilizing Zakat, and the use of technology to increase efficiency and transparency. The distribution of zakat funds involves an application process from mosque units, which the Regional Council supervises. Partnerships with financial institutions such as Bank Al-Barakah Aljazair create innovative solutions such as the Zakat Investment Box. Through an organized approach and strategic partnerships, Zakat management in Aljazair is committed to utilizing Zakat for social welfare. In the management of Zakat and waqf in Aljazair, it can be concluded that there are 48 directorates of religious affairs and waqf located in each of the 48 provinces in Aljazair. They are considered a scaled-down version of the ministries of religious affairs and endowments, where they have small offices and departments representing specific tasks assigned by the ministry. They oversee the management of zakat funds, waqf assets, Hajj and Umrah affairs and other religious affairs in each of the country's 48 provinces. Each religious and waqf directorate has a separate department dedicated to waqf asset collection, dispute management, and investment. All religious and waqf directorates are directly related to the central directorate in the capital and the ministry of religion and waqf.