Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor Penyebab Prokrastinasi Akademik Mahasiswa pada Mata Kuliah Penulisan Karya Tulis Ilmiah Dinik Sri Haryuniayu Anggraini; Bambang Eko Hari Cahyono; Agung Nasruloh Saputro
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober - November 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i6.2856

Abstract

Prokrastinasi merupakan penundaan yang disengaja untuk menyelesaikan tugas akademik hingga tenggat waktu yang telah ditentukan. Prokrastinasi juga mengarah pada perilaku kurangnya manajemen waktu, penurunan kinerja, perilaku menunda belajar, menghindari tugas, dan ketidakmampuan mengatur emosi negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan prokrastinasi akademik pada mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas PGRI Madiun. Jenis sumber datanya yaitu informan sebanyak 1 dosen dan 4 orang mahasiswa, aktivitas kegiatan pembelajaran di kelas, dan dokumen yang terkait. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipan pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif, yang dilaksanakan pada saat pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik mahasiswa pada pembelajaran mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu mahasiswa menganggap tugas yang diberikan dosen memberatkan dirinya, manajemen waktu yang tidak baik, rasa percaya diri yang rendah sehingga ragu terhadap kemampuannya sendiri, efikasi diri rendah, tidak memiliki regulasi diri, menganggap dosen tidak disiplin, menganggap tugas tidak ada pengaruhnya terhadap nilai.  
Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Melalui Media Culture Card Dongkrek Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Anekdot Siswa Kelas X5 SMAN 2 Madiun Dristanta Setya Pradipta; Bambang Eko Hari Cahyono; Bekti Patria D.H.
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2025

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuaan utama untuk meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot peserta didik melalui penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dengan bantuan media culture card digital Dongkrek. Metode yang digunakan adalah mix methods dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X-5 SMA Negeri 2 Madiun semester genap tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 40 siswa. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, dokumentasi, angket, dan penilaian kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CRT dengan media culture card Dongkrek secara efektif meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks anekdot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dengan media culture card Dongkrek efektif meningkatkan keterampilan menulis dan menyampaikan teks anekdot. Persentase peserta didik yang mencapai KKTP meningkat dari 70,5% pada pra-siklus menjadi 81,1% pada siklus I dan 90,5% pada siklus II. Keaktifan belajar siswa juga meningkat dari 71% menjadi 91,5%. Kenaikan kedua indikator tersebut sekitar 28%, menunjukkan peningkatan signifikan baik dalam aspek akademik maupun partisipasi aktif siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan CRT melalui media culture card Dongkrek digital mampu meningkatkan keterampilan menulis dan menyampaikan teks anekdot serta mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran.
PELATIHAN MODEL GROUP COUNSELING BAGI GURU PENDAMPING KHUSUS DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Dahlia Novarianing Asri; Bambang Eko Hari Cahyono; Endang Sri Maruti
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 2 (Oktober 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i2.3065

Abstract

Vocabulary learning for students with special needs, the accuracy of the selection of learning models and media greatly determines the success of learning objectives. Therefore, it is necessary to provide material and training for special assistant teachers of inclusive elementary schools in implementing the group counseling model with contemporary puppet media in vocabulary learning. The purpose of this training is to provide teachers with basic concepts related to vocabulary learning, group counseling models, and innovative learning media. In addition, it also aims to provide skills to special assistant teachers in Inclusive schools in Magetan Regency in implementing the group counseling model with contemporary puppet media to improve vocabulary mastery of students with special needs. The training activities were carried out in 3 stages, namely the material provision stage, practice in implementing the group counseling model with contemporary puppet media, and practice in implementing the group counseling model with contemporary puppet media in schools. The training method uses lecture methods, demonstrations, and direct practice in schools. The results of the training were that at the material provision stage, material was provided on vocabulary learning, group counseling, innovative learning media, and the group counseling model with contemporary puppet media. The group counseling model application training activities using contemporary puppet media were carried out through 3 activities, namely recreational activities, psychoeducation, and resolution. The evaluation results showed an increase in participants' understanding of the principles and basic techniques of group counseling, as well as an increase in their confidence in applying this model in the school environment. This activity is expected to support the creation of a more inclusive and responsive learning environment to students' needs. The recommendation from this activity is the need for further training and ongoing supervision to ensure the sustainability of group counseling practices by GPK in each school.