Zainun
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dukungan Keluarga dalam Mengatasi Kecemasan Sosial pada Remaja Ainun Nada; Zainun
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober - November 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i6.2879

Abstract

Kecemasan sosial merujuk pada keadaan di mana individu merasa tidak nyaman dalam situasi sosial yang melibatkan interaksi dengan orang lain, terutama saat berhadapan dengan orang baru atau dalam kelompok besar. Hal ini seringkali diiringi dengan kekhawatiran yang berlebihan tentang kemungkinan dampak negatif yang dapat terjadi. Pada remaja, faktor yang mempengaruhi kecemasan sosial tidak hanya berasal dari lingkungan sekolah, tetapi juga dari lingkungan keluarga, di mana peran orang tua sangat signifikan. Sikap overprotektif dari orang tua dapat membuat anak merasa ditolak, yang kemudian dapat meningkatkan kecemasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana dukungan dari keluarga dapat berperan dalam mengatasi kecemasan sosial pada remaja di Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada pemahaman pengalaman yang dialami oleh subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat sebagian anak yang mengalami kecemasan sosial dan kurangnya dukungan serta perhatian dari keluarganya. Untuk itu, sebagai orang tua, harus meluangkan waktu, meski hanya sekadar untuk ngobrol tentang keadaan saat ini, agar anak Anda merasa masih punya teman untuk meluapkan perasaannya. Dapat disimpulkan bahwa manfaat dukungan keluarga dalam mengatasi kecemasan sosial pada remaja adalah dukungan sosial yang mampu menurunkan tingkat kecemasan individu. Adanya dukungan dari keluarga menjadikan remaja lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitar lingkungannya.