Nur Chotimah
Universitas Muhammadiyah Maumere, Kab. Sikka, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Strategi Industri Kreatif Tenun Ikat Sikka yang Berkelanjutan dengan Analisis Triple Layer Business Model Canvas di Sentra Jata Kapa Nur Chotimah; Nurdin H Abd, Rahman S; Andy Suriyani; Aurelius Elenprino
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober - November 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i6.3213

Abstract

Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai salah produsen utama tenun ikat di Indonesia, dengan produksi khas di hampir setiap kabupaten/kotanya, termasuk Kabupaten Sikka. Meskipun produksi ini memiliki potensi ekonomi besar dan didukung oleh banyak kelompok penenun, angka kemiskinan di wilayah ini tetap tinggi, menunjukkan potensi yang belum optimal. Sentra Jata Kapa sebagai pusat industri kreatif tenun ikat sikka, yang dibentuk Kementerian Perindustrian, masih belum mencapai produktivitas penuh. Penelitian ini bertujuan menyusun strategi berkelanjutan untuk industri kreatif tenun ikat sikka menggunakan analisis TLBMC, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis AHP menentukan Prioritas strategi, yaitu: 1) Pelatihan, 2) regenerasi penenun muda, 3) pemanfaatan e-commerce, 4) daur ulang, 5) CSR, 6) nilai eksklusivitas, 7) bahan baku lokal, 8) perlindungan HKI, 9) kolaborasi desainer, dan 10) produk berkualitas dan ramah lingkungan. Hasil menunjukkan Sentra Jata Kapa berada pada kuadran II, merekomendasikan strategi Diversifikasi. Analisis TLBMC menyarankan penyesuaian pada aspek ekonomi dan lingkungan untuk mendukung keberlanjutan, sementara aspek sosial tetap dipertahankan. Strategi ini diharapkan meningkatkan produktivitas, kesejahteraan penenun, serta daya saing industri tenun ikat sikka di pasar nasional dan internasional. Adapun keterbatasan penelitian ini yaitu hanya berfokus pada Sentra Jata Kapa dengan keterbatasan jumlah responden dan belum mencakup faktor eksternal di wilayah NTT lainnya.