Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Persuasif Calon legislatif Perempuan pada Kampanye Pemilu 2024 (Studi fenomenologi pada Caleg Perempuan di Jawa Barat) Dina Kristina
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3284

Abstract

Kemampuan komunikasi persuasif menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki para politisi perempuan yang mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif pada saat kampanye politik. Inti dari kampanye politik adalah membujuk calon pemilih. Penyampaian kampanye politik yang tepat menjadi salah satu cara untuk menarik hati pemilih. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi persuasif yang dilakukan oleh para calon anggota legislatif perempuan di kampanye politik Pemilu 2024. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teori fenomenologi. Subjek penelitian adalah para politisi perempuan yang tergabung dalam organisasi dan partai politik yang ada di jawa barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa caleg perempaun jawa barat lebih menekankan pada komunikasi langsung dengan konstituen mereka. Pola Komunikasi Persuasif yang dilakukan adalah persuasi emosional yakni mouth to mouth melalui dialog langsung yang berkelanjutan serta melalui optimalisasi organisasi dan pengkaderan.
Pola Komunikasi Pasangan Perwira Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Dalam Menjaga Perjanjian Moral Pada Pernikahan Jarak Jauh Febiana Aura Annisa; Dina Kristina
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v8i1.1627

Abstract

Long-distance marriage is a condition that requires emotional readiness, commitment, and effective communication patterns between husband and wife. This condition is commonly experienced by officer couples of the National Counterterrorism Agency (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme/BNPT) as a consequence of official duties that involve high intensity and risk. From the beginning of marriage, BNPT officer couples have established a moral agreement that serves as a guideline in managing family life, particularly in facing physical separation due to distance. This study aims to examine the family communication patterns of BNPT officer couples in maintaining moral agreements within long-distance marriages. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that The consensual pattern is reflected in open communication regarding important family matters and joint decision-making. Meanwhile, the protective pattern is evident in more controlled and selective communication, particularly related to compliance, attitudes, behavior, and their impact on the husband’s duties and career as an officer. Moral agreement is understood as an unwritten value-based mutual understanding that has been accepted since the beginning of marriage. This moral agreement shapes the way couples communicate, behave, and perform their respective roles within family life, especially while undergoing long-distance marital relationships.