Pratama, Sandika Putra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kelemahan Kontrak Pintar: Risiko Konsumen dalam Blockchain Pratama, Sandika Putra; Multazam, Muhammad Tanzil
Journal Customary Law Vol. 1 No. 3 (2024): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jcl.v1i3.2870

Abstract

Studi ini mengeksplorasi penerapan prinsip klausul baku dalam kontrak pintar berbasis blockchain, khususnya pada platform Vyndao yang menggunakan blockchain Vexanium. Dengan kemajuan teknologi yang pesat, kontrak pintar telah memperkenalkan klausul baku, yang menimbulkan kekhawatiran mengenai perlindungan konsumen karena sifatnya yang sepihak. Penelitian ini menyelidiki bagaimana prinsip-prinsip ini diterapkan di Vyndao untuk melindungi konsumen dari potensi eksploitasi dalam layanan elektronik berbasis blockchain. Dengan menggunakan pendekatan legislatif dan tinjauan literatur dari lens.org dan Google Scholar, penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan terkait praktik perjanjian yang adil dalam kontrak pintar. Temuan menunjukkan bahwa Vyndao mengoperasikan tabungan dan pinjaman kripto secara terdesentralisasi, dengan semua aturan tercantum dalam kontrak pintar. Namun, ditemukan bahwa kontrak Vyndao kurang jelas, melanggar prinsip keadilan, kewajaran, dan keseimbangan, sehingga membuat perjanjian tersebut batal demi hukum karena kurangnya keterbukaan informasi. Hasil ini mengimplikasikan perlunya klausul baku yang transparan dan mudah dipahami dalam kontrak pintar untuk mematuhi Undang-Undang ITE dan memastikan perlindungan konsumen dalam transaksi elektronik.
Is It Legal to Provide Liquidity on the Vexanium Decentralized Exchange in Indonesia? Multazam, Mochammad Tanzil; Huzairin, Regita Amanah; Pratama, Sandika Putra; Irwansyah, Irwansyah
Yustisia Vol 12, No 1: April 2023
Publisher : Faculty of Law, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/yustisia.v12i1.69007

Abstract

One of the platforms in the blockchain is a decentralized exchange. The existence of these platforms helps exchange crypto assets instantly in the blockchain ecosystem without having to exchange them at a central exchange. The liquidity guarantors of decentralized exchanges are liquidity providers. This study aims to assess liquidity providers' legal safety on Vexanium, Indonesia's first public blockchain. The normative method employed in this analysis of the laws and regulations related to blockchain in Indonesia involves a preliminary examination of the liquidity provision process. This study found that the decentralized exchange platform on the Vexanium blockchain still needs to meet the criteria as an electronic system following the laws and regulations. In addition, the absence of clear information about the parties in the platform makes the liquidity provision contract voidable. This research can be utilized for platform developers in the Vexanium blockchain to pay more attention to legal aspects in creating their platforms..