Afifuddin Latif Adiredjo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keanekaragaman Genetik Jenis (Dioscorea Spp.) Berdasarkan Karakter Morfologi Moch Taufiqur Rahman; Afifuddin Latif Adiredjo
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Dioscorea spp., yang dikenal sebagai uwi-uwian atau gadung-gadungan, adalah tanaman umbi-umbian dengan keanekaragaman yang tinggi di Indonesia. Genus Dioscorea memiliki lebih dari 600 spesies, tetapi hanya sekitar 50-60 spesies yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat. Tanaman ini memiliki potensi sebagai pangan alternatif karena kandungan karbohidrat yang tinggi, sumber protein, dan rendah lemak. Budidaya Dioscorea di Indonesia masih terbatas karena kurangnya pengetahuan dan pengembangan. Keanekaragaman genetik Dioscorea di Indonesia ditandai dengan banyaknya variasi spesies dan aksesi, namun belum seluruhnya terkarakterisasi dan terdokumentasi dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi keanekaragaman genetik Dioscorea untuk menghindari duplikasi plasma nutfah, memberikan informasi terkait keanekaragaman genetik, dan melengkapi database karakter Dioscorea. Penelitian dilakukan pada Januari hingga Agustus 2022 di Kebun Raya Purwodadi – BRIN, Jawa Timur, menggunakan metode deskriptif. Bahan penelitian adalah koleksi tanaman hasil eksplorasi peneliti Kebun Raya Purwodadi yang terdiri dari tiga jenis Dioscorea (D. alata, D. esculenta, dan D. hispida) dengan total 21 aksesi. Data dianalisis menggunakan Clustering UPGMA pada software XLSTAT di Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan 21 aksesi memiliki karakter morfologi yang beragam. Empat puluh dua karakter morfologi dipilih untuk melihat keanekaragaman, terdiri dari 16 karakter daun, 17 karakter batang, 1 karakter bunga, 2 karakter umbi udara, dan 5 karakter umbi bawah. Analisis clustering UPGMA menghasilkan dua klaster utama: klaster pertama terdiri dari kelompok aksesi D. hispida dan D. esculenta, dan klaster kedua terdiri dari aksesi D. alata. Klaster pertama terbagi lagi menjadi dua sub-klaster, dan klaster kedua juga terbagi menjadi dua sub-klaster. Karakter morfologi dapat menunjukkan keanekaragaman genetik dan hasil kajian sangat bermanfaat untuk program konservasi Dioscorea ke depan. Konservasi spesies hingga tingkat varietas dengan karakter berbeda dapat memperkaya plasma nutfah untuk pengembangan pemuliaan.