Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN STRES KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI PT SINAR BUMI PERTIWI KOTA LUBUK LINGGAU Sulastri Ningsih
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap stres kerja dan kepuasan kerja karyawan di PT Sinar Bumi Pertiwi, dengan stres kerja sebagai variabel mediasi. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah beban kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja di PT Sinar Bumi Pertiwi? (2) Apakah beban kerja berpengaruh terhadap stres kerja di PT Sinar Bumi Pertiwi? (3) Apakah beban kerja dan stres kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja di PT Sinar Bumi Pertiwi? (4) Apakah stres kerja dapat memediasi hubungan antara beban kerja dan kepuasan kerja di PT Sinar Bumi Pertiwi? Penelitian menggunakan analisis jalur dan uji T untuk menguji signifikansi pengaruh antar variabel. Hasil uji T untuk persamaan 1 menunjukkan bahwa beban kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan koefisien 0,179, t-hitung 0,869 (lebih kecil dari t-tabel 2,048), dan signifikansi 0,392. Untuk persamaan 2, beban kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja, dengan koefisien 1,254, t-hitung 14,592 (lebih besar dari t-tabel 2,048), dan signifikansi 0,000. Pada persamaan 3, hasil uji T menunjukkan bahwa beban kerja dan stres kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan t-hitung masing-masing sebesar 1,562 (signifikansi 0,130) untuk beban kerja dan -1,342 (signifikansi 0,191) untuk stres kerja analisis mediasi menggunakan persamaan 4 menunjukkan bahwa stres kerja tidak memediasi secara signifikan hubungan antara beban kerja dan kepuasan kerja, dengan pengaruh tidak langsung sebesar -0,752, yang tetap tidak signifikan. yang menunjukkan bahwa semakin tinggi stres kerja, semakin rendah kepuasan kerja karyawan. Analisis mediasi menunjukkan bahwa stres kerja memediasi hubungan antara beban kerja dan kepuasan kerja, meskipun hasil uji Sobel menunjukkan bahwa mediasi ini tidak signifikan secara statistik.
PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN STRES KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI PT SINAR BUMI PERTIWI KOTA LUBUK LINGGAU Sulastri Ningsih
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap stres kerja dan kepuasan kerja karyawan di PT Sinar Bumi Pertiwi, dengan stres kerja sebagai variabel mediasi. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah beban kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja di PT Sinar Bumi Pertiwi? (2) Apakah beban kerja berpengaruh terhadap stres kerja di PT Sinar Bumi Pertiwi? (3) Apakah beban kerja dan stres kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja di PT Sinar Bumi Pertiwi? (4) Apakah stres kerja dapat memediasi hubungan antara beban kerja dan kepuasan kerja di PT Sinar Bumi Pertiwi? Penelitian menggunakan analisis jalur dan uji T untuk menguji signifikansi pengaruh antar variabel. Hasil uji T untuk persamaan 1 menunjukkan bahwa beban kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan koefisien 0,179, t-hitung 0,869 (lebih kecil dari t-tabel 2,048), dan signifikansi 0,392. Untuk persamaan 2, beban kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja, dengan koefisien 1,254, t-hitung 14,592 (lebih besar dari t-tabel 2,048), dan signifikansi 0,000. Pada persamaan 3, hasil uji T menunjukkan bahwa beban kerja dan stres kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan t-hitung masing-masing sebesar 1,562 (signifikansi 0,130) untuk beban kerja dan -1,342 (signifikansi 0,191) untuk stres kerja analisis mediasi menggunakan persamaan 4 menunjukkan bahwa stres kerja tidak memediasi secara signifikan hubungan antara beban kerja dan kepuasan kerja, dengan pengaruh tidak langsung sebesar -0,752, yang tetap tidak signifikan. yang menunjukkan bahwa semakin tinggi stres kerja, semakin rendah kepuasan kerja karyawan. Analisis mediasi menunjukkan bahwa stres kerja memediasi hubungan antara beban kerja dan kepuasan kerja, meskipun hasil uji Sobel menunjukkan bahwa mediasi ini tidak signifikan secara statistik.
Pelatihan Penulisan Surat Dinas di Kantor Camat Jayaloka Kabupaten Musi Rawas Sulastri Ningsih; Herma Yunita
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 3 No. 3 (2026): Juli : Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v3i3.3385

Abstract

Office administration plays a crucial role in ensuring effective and efficient government operations and the delivery of quality public services (Muniarty et al., 2022). In Indonesia, the ability to write official correspondence correctly is a fundamental competency for civil servants, particularly those working at the sub-district level, as they serve as the frontline of public administration (Aktifa et al., 2023). Well-written official letters reflect professionalism, support administrative efficiency, and strengthen public trust in government institutions.The Jayaloka Sub-district Office in Musi Rawas Regency is responsible for handling various administrative documents, including certificates, letters of introduction, decrees, and other official correspondence. Preliminary observations revealed that the office processes approximately 50–70 incoming and outgoing letters each week, indicating a high volume of administrative activities that require accurate and systematic correspondence management. Despite its importance, errors in official letter writing remain common in government institutions, including mistakes in formatting, language usage, and document selection (Syuhada et al., 2021). These issues may reduce institutional credibility, create misunderstandings, and even result in legal consequences (Tatema Telaumbanua et al., 2023). Therefore, improving official letter writing skills is essential to support good governance, enhance administrative professionalism, and provide transparent, accountable, and high-quality public services (Herlina, 2022)