Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah Berbasis Wayang Beber Majapahit Binangun untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Lina Desriana Pratiwi; Muhammad Naharuddin Arsyad; Rizki Agung Novariyanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.2377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran sejarah berbasis budaya lokal, khususnya Wayang Beber Majapahit Binangun, dan menguji kelayakannya pada siswa kelas IXA dan IXB di SMPN 3 Mojokerto dalam pembelajaran kolaboratif mata pelajaran IPS dan Bahasa Daerah Jawa. Metode yang digunakan Research and Development dengan pendekatan model Borg & Gall yang dimodifikasi, melalui tahapan Define, Design, Develop, dan Evaluate (DDDE). Produk media ini berupa panel cerita visual yang menggambarkan peristiwa penting dalam proses berdirinya Kerajaan Majapahit, menggunakan ilustrasi wayang beber. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 87,5%, yang termasuk dalam kategori valid. Uji coba di kelas menunjukkan bahwa media ini berhasil meningkatkan minat belajar, keterlibatan siswa, dan pemahaman terhadap sejarah lokal. Sekitar 90% siswa melaporkan bahwa mereka lebih mudah mengingat urutan peristiwa dan tokoh sejarah melalui media ini. Guru-guru mencatat adanya peningkatan interaksi kelas, meskipun beberapa siswa membutuhkan panduan tertulis untuk mengikuti alur cerita dengan lebih jelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media Wayang Beber Majapahit Binangun efektif dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran sejarah yang kontekstual, menarik, dan berbasis kearifan lokal, serta berperan dalam pelestarian budaya dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Penggunaan Media Komik Strip Berbasis Kultural sebagai Upaya Pelestarian Cerita Rakyat Indonesia Pada Siswa SMA di Kabupaten Malang Nur Hidayat Nur Hidayat; Rizki Agung Novariyanto; Muhammad Naharuddin Arsyad
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2074

Abstract

Cerita rakyat merupakan sebuah kisah atau cerita yang berasal dari masyarakat yang bersifat fiksi atau khayalan karena berisi imajinasi dari pengarangnya. Dewasa ini cerita rakyat jarang diminati oleh generasi muda karena isi yang disajikan monoton hanya berupa narasi teks yang panjang dan gambar yang hanya ada di awal paragraf saja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan penggunaan media komik strip dalam upaya melestarikan cerita rakyat Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Maarif Lawang, Kabupaten Malang diantaranya 5 siswa kelas X dan 5 siswa kelas XI. Media komik yang digunakan dalam upaya pelestarian ini menggunakan media canva dengan tema cerita rakyat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komik strip yang digunakan sebagai media dalam upaya pelestarian cerita rakyat Indonesia sangat layak digunakan, karena disajikan dengan gambar-gambar yang berwarna dan menarik, dialog antar tokoh yang menonjol dan suasana latar yang dapat membawa pembaca ikut dalam alur cerita tersebut. Sehingga pembaca tidak mudah bosan dan cerita rakyat dapat di baca dengan mudah dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media komik strip sebagai upaya pelestarian cerita rakyat Indonesia memberikan pengaruh baik terhadap minat baca cerita rakyat.
Penerapan Semiotik Batik Nitis Sebagai Produk Unggulan Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto Lina Desriana Pratiwi; Rizki Agung Novariyanto
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 : Juli (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity aims to provide an understanding of the symbolic meaning of the Nitis batik motif as a superior product and skill to the people of Puloniti village and to reveal its role in empowering local communities. This service activity uses educational methods to the community in the form of socialization and training to the Puloniti village community to understand the meaning of visual elements of batik such as tendrils, rice, and jasmine motifs as representations of leadership, welfare, and sincerity values using Charles Sanders Peirce's semiotics. The results achieved after this service activity are that the people of Puloniti village understand that Nitis batik not only has aesthetic and cultural value, but also contains the Javanese philosophy of Netes-Nitis-Natas which strengthens the social identity of the community. In addition, the people of Puloniti village are becoming skilled in batik activities, so that batik activities play an important role in increasing the skills and income of the community, especially women. Thus, Nitis batik is a cultural symbol as well as an instrument for economic empowerment and preservation of local values.
Social Cohesion in Community Participation in The Ruwat Air Tradition in Penanggal Village, Candipuro District, Lumajang Regenc Noviawati Syah Putri; Rizki Agung Novariyanto
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol. 10 No. 1 (2026): Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the forms of social cohesion in community participation in the Ruwat Air Tradition in Penanggal Village, Candipuro District, Lumajang Regency. The method used was descriptive qualitative with an ethnographic approach. The data were collected through observation, in-depth interviews with key informants such as the tradition's caretaker, village elders, village heads, and participating residents, as well as field documentation over eleven days in January 2025. The results indicate that community participation in the Ruwat Air Tradition is carried out through the active involvement of all levels of society, from children to village elders, in every series of the process, such as the procession of the mountain-shaped arrangement of agricultural produce (kirab gunungan hasil bumi), communal prayers, traditional dances, the face-washing ritual, kembul bujana (a communal feast), and the wayang ruwat (ritual puppet performance). This participation reflects the formation of strong social cohesion, marked by a growing sense of togetherness, mutual cooperation, solidarity, and collective responsibility among residents regardless of background or social status. The Ruwat Air tradition not only serves as a spiritual ritual and preserves local culture, but also serves as a means of community unification, strengthening the identity and social solidarity of Penanggal Village amidst the tide of modernization. Keywords: social cohesion, community participation, ruwat air, solidarity, local tradition