Sinta Bella
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS CLASSROOMS ASSESSMENT: REMEDIAL, PENGAYAAN, PENDEKATAN ACUAN PATOKAN (PAP) DAN PENDEKATAN ACUAN NORMATIF (PAN) Havifa Nurhijatina; Zulhijrah; Nabila Joti Larasati; Sinta Bella; Shaleh
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 5 (2023): Volume 09 No. 05 Desember 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i5.2276

Abstract

ABSTRACT The different backgrounds, characteristics and abilities of students who vary in the speed of receiving lessons are some of the factors that can affect the achievement of students' learning completeness in a subject. This research aims to analyze classrooms assessment through remedial teaching, enrichment, benchmark reference assessment and normative reference assessment. The research method used in this research is a qualitative approach of library research type. Data collection procedures are carried out by collecting data through searching for relevant references from books, articles, and the like. The results of this study indicate that remedial is an effort made by the teacher to help improve the quality of students in the learning process as expected based on the planning and conditions of the students themselves. Enrichment activities are a program designed to provide additional activities to challenge or reinforce students who have a basic understanding and a higher level of ability. Benchmark assessment is an assessment that refers to the criteria for achieving previously formulated learning objectives. Normative reference assessment is an assessment carried out with reference to group norms, this means that the values obtained by students are compared with other students in the class. Keywords: Remedial, Enrichment, Benchmark Approach, Normative Reference Approach. ABSTRAK Perbedaan latar belakang, karakteristik dan kemampuan peserta didik yang berbeda-beda dalam kecepatan menerima pelajaran merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian ketuntasan belajar peserta didik dalam suatu mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis classrooms assessment melalui pengajaran remedial, pengayaan, penilaian acuan patokan dan penilaian acuan normatif. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis library research. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data melalui penelusuran referensi-referensi yang relevan baik dari buku, artikel, dan sejenisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remedial merupakan usaha yang dilakukan oleh guru untuk membantu meningkatkan kualitas peserta didik dalam proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan berdasarkan perencanaan dan kondisi peserta didik itu sendiri. Kegiatan pengayaan adalah sebuah program yang dirancang dalam memberikan kegiatan tambahan untuk memberikan tantangan atau penguatan kepada peserta didik yang memiliki pemahaman dasar dan tingkat kemampuan yang lebih tinggi. Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang mengacu kepada kriteria pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan sebelumnya. Penilaian acuan normatif adalah penilaian yang dilakukan dengan mengacu pada norma kelompok, hal ini berarti nilai-nilai yang diperoleh peserta didik dibandingkan dengan peserta didik yang lain di dalam kelas. Kata Kunci: Remedial, Pengayaan, Pendekatan Acuan Patokan, Pendekatan Acuan Normatif.
the PENERAPAN PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DI SEKOLAH DASAR NEGERI NANGGULAN Sinta Bella; Havifah Nur Hijatinah; Zulhijrah; Nabila Joti Larasati; Andi Prastowo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 5 (2023): Volume 09 No. 05 Desember 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i5.2374

Abstract

Project based learning is an effective and efficient learning method in the learning process. Because student are trained to analyze problems, then carry out exploration, collect information, interpret and assess when working on projects related to the problems being studied. This research aims to find out the process of implementing project based learning at Nanggulan state elementary Scool. Which is in Nanggulan, Maguwoharjo, Depok District. This research uses a qualitative approach while the research method is descriptive. To collect data, researchers used observation, documentation and interviews. Based on data obtained through interviews with class IV homeroom teachers and classroom observations. It is known that a project based learning approach has been implemented. The implementation of project based learning in Nanggulan state elementary schools is carried out through several stages and processes, though planning and implementation stages. The second problem is supporting factors and obstacles to implementing project based learning. According to data obtained by researchers, the supporting factors are adequate infrastructure, professionalism and new enthusiasm, and students’ interest in learning who tend to be more enthusiastic when implementing project based learning. The obstacle to implementing project based based learning is the creation of teaching modules. Obstacles that may be faced in creating teaching modules include limited resources, development skills, and continuous evaluation. Keywords: project based learning, Elementary School Abstrak Project based learning sebagai salah satu pembelajaran yang efektif dan efesien didalam proses pembelajaran. Karena siswa dilatih untuk analisis terhadap permasalahan, kemudian melakukan eksplorasi, mengumpulkan informasi, interprestasi, dan penilaian dalam mengerjakan proyek yang terkait dengan permasalahan yang dikaji. Adapun Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penerapan pembelajaran project based learning di SDN Negeri Nanggulan. Yang berada di Nanggulan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan metode penelitiannya adalah deskriptif. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara wali kelas IV dan observasi kelas. Diketahui bahwa telah diterapkan pendekatan project based learning. Penerapan pembelajaran projeck based learning di sekolah dasar negeri nanggulan dilakukan melalui beberapa tahapan dan proses, melalui tahapan perencanaan dan pelaksanaan. Adapun permasalhan kedua yaitu factor pendukung dan hambatan pelaksanaan pembelajaran project based learning. Menurut data yang diperoleh peneliti, factor pendukungnya adalah sarana prasarana yang memadai, profesionalisme dan semangat baru, dan minat belajar siswa yang cenderung lebih semangat saat pelaksanaan project based learning. Adapun hambatan pelaksanaan project based learning adalah pembuatan modul ajar. Hambatan yang mungkin dihadapi dalam pembuatan modul ajar meliputi, keterbatasan sumber daya, keterampilan pengembangan, dan evaluasi dan kontinu. Kata Kunci: Project Based Learning, Sekolah Dasar