Moh Abrori
UIN K.H Abdurrahman Wahid, Pekalongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRANSFORMASI KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM MELALUI PENANAMAN BUDAYA ISLAMI YANG MENDALAM DAN BERKELANJUTAN Moh Abrori; Nora Karima Saffana; Failasuf Fadli
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 2 Juni 2024 in Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.2909

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan kepribadian individu dengan berpedoman pada nilai-nilai luhur ajaran Islam. Namun, di tengah dinamika zaman yang terus berkembang, tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkualitas semakin kompleks. Transformasi kualitas pendidikan Islam menjadi kebutuhan mendesak dengan menanamkan nilai-nilai budaya Islami secara mendalam dan berkelanjutan. Nilai-nilai budaya Islami seperti etika, moralitas, dan spiritualitas menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Melalui penanaman nilai-nilai ini secara berkesinambungan, generasi muda tidak hanya mampu menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian mulia dan menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat. Metode pendidikan Islam dalam melestarikan nilai-nilai dan budaya meliputi pengembangan iman sebagai landasan moral, kemampuan analitis untuk membedakan baik dan buruk, serta pengembangan sikap beramal saleh. Pembiasaan, keteladanan, dan penghayatan terhadap nilai-nilai Al-Quran juga berperan penting dalam pembinaan iman dan takwa. Urgensi menerima perbedaan agama dan budaya menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif. Penerimaan terhadap keberagaman ini menciptakan lingkungan damai, memperkuat persatuan, dan membuka ruang untuk saling belajar dan bertukar pengalaman. Dalam era digital, pendidikan Islam harus relevan dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Pendekatan holistik dan berbasis nilai menjadi penting, dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan aksesibilitas, efisiensi, dan efektivitas pembelajaran. Kolaborasi antara pendidik, pakar teknologi, dan pemangku kepentingan lainnya sangat dibutuhkan untuk memastikan kesetaraan akses bagi semua siswa.