This study aims to determine the effectiveness of coffee shops as arenas for public discussion in Padang City. This research is qualitative in nature, employing a descriptive method. The technique used for selecting informants is purposive sampling, a non-random sampling method used in research by setting specific characteristics that align with the research objectives to choose the sample, thereby providing answers to the research problems. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. This study uses source triangulation to ensure the validity of the data obtained from various information sources. The results of this study indicate that (1) Coffee shops are effective places for holding workshops due to their supportive facilities and ambiance. Facilities such as sufficiently large tables, stable internet connections, and a relaxed atmosphere make coffee shops an ideal choice for such activities. (2) Visitors prefer coffee shops that have a quiet atmosphere and provide complete facilities such as Wi-Fi, power outlets, and adequate space for discussions. Comfort is a major consideration for visitors when choosing a coffee shop as a place for discussions. Additionally, noise management and good layout are also important factors in enhancing the comfort and effectiveness of discussions in coffee shops. Minimal noise allows discussion participants to communicate clearly and effectively. A good layout, such as the arrangement of tables and chairs that supports interaction among participants, also adds value, making coffee shops ideal places for public discussions. Thus, coffee shops in Padang City not only serve as places to enjoy coffee but also as public spaces that support various intellectual and social activities. This study provides new insights into the role of coffee shops in urban community life and their potential development as effective public discussion spaces. Keyword: Effectiveness, Coffee Shop, Public Discussion Arena ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Coffee Shop sebagai arena diskusi publik di Kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu metode sampling non-random yang digunakan dalam penelitian dengan menetapkan karakteristik khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian untuk memilih sampel, sehingga diharapkan dapat memberikan jawaban atas permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh dari berbagai sumber informasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Coffee Shop efektif untuk dijadikan tempat untuk melakukan workshop, karena fasilitas dan suasana yang mendukung kegiatan tersebut. Fasilitas seperti meja yang cukup besar, koneksi internet yang stabil, dan suasana yang santai membuat Coffee Shop menjadi pilihan yang tepat untuk kegiatan ini. (2) Pengunjung lebih memilih coffee shop yang memiliki suasana tenang dan menyediakan fasilitas lengkap seperti Wi-Fi, colokan listrik, dan ruang yang cukup untuk berdiskusi. Faktor kenyamanan menjadi salah satu pertimbangan utama bagi pengunjung dalam memilih coffee shop sebagai tempat diskusi. Selain itu, pengelolaan kebisingan dan tata letak yang baik juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan dan efektivitas diskusi di Coffee shop. Kebisingan yang minim memungkinkan peserta diskusi untuk berkomunikasi dengan jelas dan efektif. Tata letak yang baik, seperti penataan meja dan kursi yang mendukung interaksi antar peserta, juga menjadi nilai tambah yang membuat coffee shop menjadi tempat yang ideal untuk diskusi publik. Dengan demikian, Coffee Shop di Kota Padang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menikmati kopi, tetapi juga sebagai ruang publik yang mendukung berbagai kegiatan intelektual dan sosial. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai peran coffee shop dalam kehidupan masyarakat kota dan potensi pengembangannya sebagai ruang diskusi publik yang efektif.