ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengevaluasi media pembelajaran inovatif berbasis teknologi Augmented Reality (AR) dengan menggunakan aplikasi Assemblr Edu dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang sistem pencernaan manusia. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya literasi keilmuan mahasiswa Indonesia yang tercermin dari hasil PISA 2018, serta kurangnya minat dan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran IPA. Observasi di SDN 02 Nambangan Kidul mengalami keterbatasan dana untuk memaksimalkan media pembelajaran. Di era globalisasi ini, ketika masalah ini terjadi, solusinya adalah dengan memanfaatkan pengetahuan teknologi yang berkembang. Kegiatan pembelajaran di SDN 02 Nambangan Kidul memang telah memanfaatkan teknologi namun belum maksimal dan lebih sering menggunakan buku ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan empat tahap: Decide, Design, Develop, dan Evaluate. Teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AR Assemblr Edu efektif dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa untuk belajar, serta mampu mengatasi keterbatasan media pembelajaran yang ada. Media pembelajaran AR 3D ini memungkinkan visualisasi materi sistem pencernaan yang sulit divisualisasikan dalam bentuk konkret dan terbukti menarik dan interaktif bagi siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi AR dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan literasi IPA siswa. Kata Kunci: Augmented Reality, Assemblr Edu, literasi sains, media pembelajaran, Penelitian dan Pengembangan, pendidikan sains. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini ialah mengembangkan dan mengevaluasi media pembelajaran inovatif berbasis teknologi Augmented Reality (AR) menggunakan aplikasi Assemblr Edu dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang sistem pencernaan manusia. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya literasi sains siswa Indonesia yang tercermin dalam hasil PISA 2018, serta kurangnya minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPA. Observasi di SDN 02 Nambangan Kidul mengalami kendala keterbatasan dana untuk mrmaksimalkan media pembelajaran. Di era globalisasi ini ketika masalah tersebut terjadi solusiinya adalah memanfaatkan ilmu teknologi yang sedang berkembang. Kegiatan pembelajaran di SDN 02 Nambangan Kidul memang sudah memanfaatkan teknologi namun belum maksimal dan lebih sering menggunakan buku teks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan empat tahapan: Decide, Design, Develop, dan Evaluate. Teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan AR Assemblr Edu efektif dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa, serta mampu mengatasi keterbatasan media pembelajaran yang ada. Media pembelajaran 3D AR ini memungkinkan visualisasi materi sistem pencernaan yang sulit divisualisasikan dalam bentuk konkret serta terbukti menarik dan interaktif bagi siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi AR dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan literasi sains siswa. Kata Kunci: Augmented Reality, Assemblr Edu, literasi sains, media pembelajaran, Research and Development, pendidikan IPA.