Faridzah, Tifani Elva Amelinda Nur
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOLUSI DIGITALISASI PEMBAYARAN DI DAERAH ATAMBUA NTT DENGAN QRIS UNTUK MENDORONG INKLUSI KEUANGAN DIGITAL : POTENSI, TANTANGAN, DAN STRATEGI IMPLEMENTASI Silviana, Revi; Faridzah, Tifani Elva Amelinda Nur; Puling, Soniya Adriani Lalang
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 13 No. 12 (2025): Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v13i12.10220

Abstract

Financial inclusion is a crucial pillar in fostering equitable economic development; however, communities in remote areas such as Atambua City, East Nusa Tenggara, face significant challenges in accessing formal financial services. This study aims to analyze the potential, challenges, and implementation strategies of QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) as a digital payment solution to promote financial inclusion in the region. The research uses a quantitative approach through a survey of 100 respondents, including QRIS users and business owners. The results show that the majority of QRIS users are young adults (18-25 years old), with a dominant female proportion (73%). Most respondents experienced significant benefits from QRIS, including transaction ease (96%), increased comfort (97%), and support for SMEs (97%). However, the main challenges identified include limited internet infrastructure, low digital literacy, and ineffective socialization, which were felt by 37%, 32%, and 39% of respondents, respectively. Proposed implementation strategies include strengthening technological infrastructure, local-based education campaigns, technical training for SMEs, and providing incentives to accelerate QRIS adoption. This study contributes to understanding QRIS adoption in areas with infrastructure limitations and offers strategic policy recommendations to support digital transformation and sustainable financial inclusion. Inklusi keuangan adalah fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata namun masyarakat di daerah terpencil seperti Kecamatan Kota Atambua, Nusa Tenggara Timur, menghadapi tantangan signifikan dalam mengakses layanan keuangan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, tantangan, dan strategi implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai solusi digitalisasi pembayaran untuk mendorong inklusi keuangan di daerah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden, yang mencakup pengguna dan pelaku usaha QRIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengguna QRIS termasuk dalam rentang usia muda (18–25 tahun) dengan proporsi perempuan yang dominan (73%). Sebagian besar responden merasakan manfaat signifikan dari QRIS, termasuk kemudahan transaksi (96%), peningkatan kenyamanan (97%), dan dukungan terhadap UMKM (97%). Namun, tantangan utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur internet, rendahnya literasi digital, dan kurangnya efektivitas sosialisasi, yang masing-masing dirasakan oleh 37%, 32%, dan 39% responden. Strategi implementasi yang diusulkan meliputi penguatan infrastruktur teknologi, kampanye edukasi berbasis lokal, pelatihan teknis bagi UMKM, serta pemberian insentif untuk mempercepat adopsi QRIS. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami adopsi QRIS di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur serta menawarkan rekomendasi kebijakan strategis untuk mendukung transformasi digital dan inklusi keuangan berkelanjutan.