Mahirawatie, Ida Chairanna
Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Surabaya, Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji dan Daun Pandan Wangi sebagai Obat Kumur untuk Menurunkan Debris Indeks pada Anak Tunanetra Trissiati, Risqi Erlina; Prasetyowati, Silvia; Mahirawatie, Ida Chairanna
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16117

Abstract

Poor oral hygiene, indicated by the presence of food remnants on the surface of the teeth, can lead to cavities and other health issues. People with visual impairments, whether totally blind or with low vision, often have poor dental health due to difficulty in monitoring their oral hygiene. This leads to suboptimal oral cleanliness, resulting in a poor debris index score. This study aims to test the effectiveness of gargling with a combination of guava leaf extract and pandan leaf solution on the debris index in children with visual impairments. The research methodology used is a quasi-experiment with a Nonequivalent Control Group design, involving 40 students divided into experimental and control groups, selected randomly with specific criteria. Data was collected through direct examination, and data analysis was performed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. The results showed that the gargle solution made from guava leaf extract and pandan leaf effectively reduced the debris index in children with visual impairments at SLB-A YPAB, Surabaya.Keywords: Guava Leaf; Fragrant Pandan Leaves; Debris Index; Blind Children ABSTRAK Kebersihan mulut yang tidak terjaga ditandai dengan adanya sisa makanan pada permukaan gigi, dapat menyebabkan karies dan masalah kesehatan lainnya. Penyandang tunanetra, baik yang mengalami kebutaan total maupun low vision, seringkali memiliki kondisi gigi yang kurang sehat karena kesulitan dalam memantau kebersihan gigi mereka, hal ini menyebabkan kebersihan mulut yang tidak optimal, sehingga nilai debris indeks cenderung buruk. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas berkumur dengan kombinasi ekstrak daun jambu biji dan daun pandan wangi untuk memperbaiki debris index pada anak tunanetra. Studi ini menggunakan rancangan nonequivalent control group, yang melibatkan 40 siswa yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, yang dipilih secara acak dengan kriteria tertentu. Data tentang debris index dikumpulkan melalui pemeriksaan langsung, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk uji Wilcoxon pada kelompok perlakuan adalah 0,000 (ada perbedaan debris index antara sebelum dan sesudah intervensi) dan pada kelompok kontrol adalah 0,001 (ada perbedaan debris index antara sebelum dan sesudah intervensi). Nilai p dari hasil uji Mann-Whitney adalah 0,000 (ada perbedaan debris index antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Selanjutnya disimpulkan bahwa berkumur dengan kombinasi ekstrak daun jambu biji dan daun pandan wangi efektif untuk memperbaiki debris index pada anak tunanetra di SLB-A YPAB, Surabaya.Kata kunci: daun jambu biji; daun pandan wangi; debris index; anak tunanetra
Peningkatan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar tentang Karies Gigi Setelah Penggunaan Media Ular Tangga Arja, Muhammad Noer Rachman Putra Mulyono; Mahirawatie, Ida Chairanna; Larasati, Ratih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16204

Abstract

Dental caries is a common oral health problem found at all ages, including elementary school students. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of elementary school students about dental caries after using the Snakes and Ladders game as an educational tool. This descriptive study involved 41 elementary school students. They were given education using the Snakes and Ladders game, then their knowledge levels were measured using questionnaires before and after the education. The knowledge levels were then interpreted descriptively. The analysis showed that students' knowledge levels after using the Snakes and Ladders game increased, with the majority being in the good category (92.8%). Furthermore, it was concluded that there was an increase in elementary school students' knowledge about dental caries after receiving education through the Snakes and Ladders game.Keywords: dental caries; elementary school students; knowledge; Snakes and Ladders game ABSTRAK Karies gigi merupakan masalah kesehatan oral yang sering ditemukan pada setiap usia, termasuk para siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan siswa sekolah dasar tentang karies gigi setelah penggunaan media ular tangga sebagai media edukasi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif, yang melibatkan 41 siswa sekolah dasar. Kepada mereka diberikan edukasi menggunakan permainan ular tangga, lalu dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner pada fase sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Selanjutnya tingkat pengetahuan diinterpretasikan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa setelah penggunaaan media ular tangga meningkat menjadi mayoritas berada dalam kategori baik (92,8%). Selanjutnya disimpulkan bahwa terjadi peningkatan tingkat pengetahuan siswa sekolah dasar tentang karies gigi setelah mendapatkan edukasi melalui permainan ular tangga.Kata kunci: karies gigi; siswa sekolah dasar; pengetahuan; permainan ular tangga