Yuliani, Ita
Jurusan Kebidanan Malang, Poltekkes Kemenkes Malang, Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menurunkan Fenomena Gunung Es “Shaken Baby Syndrome” Mirta, Surya Bin; Yuliani, Ita; Yulindawati, Asworoningrum; Dumilah, Retno
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16247

Abstract

Shaken Baby Syndrome (SBS) is a form of head trauma due to physical violence that causes brain damage, subdural hematoma, and long-term neurological complications. The purpose of this study was to determine evidence-based SBS prevention strategies, in order to fill the information gap and provide preventive policy recommendations in child health services. This study was a literature review by collecting articles from the PubMed database published between 2020 and 2024, with keywords related to SBS prevention. Furthermore, 8 relevant articles were obtained based on the inclusion criteria. The results of the review showed that educational programs have been shown to reduce the incidence of SBS by 30%. In Egypt and India, educational programs were effective in increasing knowledge about SBS prevention, although there are barriers to access to education in remote areas. Early detection is very important, with symptoms such as vomiting and seizures as the first signs of SBS. In Sweden, a policy of educating parents during pregnancy significantly reduced the incidence of SBS. It was concluded that training and awareness programs have been shown to be effective in reducing the incidence of SBS.Keywords: shaken baby syndrome; education; prevention ABSTRAK Shaken Baby Syndrome (SBS) merupakan salah satu bentuk trauma kepala akibat kekerasan fisik yang menyebabkan kerusakan otak, hematoma subdural, dan komplikasi neurologis jangka panjang. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui strategi pencegahan SBS yang berbasis bukti, guna mengisi kesenjangan informasi dan memberikan rekomendasi kebijakan preventif dalam pelayanan kesehatan anak. Studi ini merupakan tinjauan literatur dengan mengumpulkan artikel dari basis data PubMed yang diterbitkan antara tahun 2020 sampai 2024, dengan kata kunci yang terkait dengan pencegahan SBS. Selanjutnya didapatkan 8 artikel relevan berdasarkan kriteria inklusi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa program pendidikan terbukti mengurangi kejadian SBS hingga 30%. Di Mesir dan India, program pendidikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan SBS, meskipun terdapat hambatan akses pendidikan di daerah terpencil. Deteksi dini sangat penting, dengan gejala seperti muntah dan kejang sebagai tanda pertama SBS. Di Swedia, kebijakan mendidik orang tua selama kehamilan secara bermakna mengurangi kejadian SBS. Disimpulkan bahwa program pelatihan dan peningkatan kesadaran terbukti efektif dalam mengurangi kejadian SBS.Kata kunci: shaken baby syndrome; pendidikan; pencegahan
Pemberdayaan Remaja Pra Sejahtera dalam Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Mirta, Surya Bin; Yuliani, Ita; Yulindawati, Asworoningrum; Dumilah, Retno
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16342

Abstract

Pre-prosperous adolescents are often burdened by family caregiving and economic responsibilities, which can hinder access to education and welfare. The purpose of this study was to determine the effectiveness of empowering pre-prosperous adolescents in improving maternal and child health. This study is a systematic literature review, sourced from Google Scholar, published between 2020 and 2024. The systematic flow used was Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses, resulting in the selection of six eligible articles. The results of the six articles demonstrate the success of education- and economic-based programs, which combine digital technology, peer educator training, and economic empowerment through skills and entrepreneurship, effectively increasing adolescent access to reproductive health information and services. Cross-sectoral policy integration involving the government, private sector, and communities can strengthen the positive impact on maternal and child health. It is concluded that adolescent empowerment must be carried out holistically and multi-sectorally to create a healthy and independent generation.Keywords: adolescents; empowerment; maternal-child health; education; economy; multi-sector ABSTRAK Remaja pra sejahtera sering terbebani oleh tanggung jawab pengasuhan dan ekonomi keluarga, yang bisa menghambat akses terhadap pendidikan dan kesejahteraan. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui keberhasilan pemberdayaan remaja pra sejahtera dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Studi ini merupakan systematic literature review, bersumber dari Google Scholar, yang dipublikasikan pada tahun 2020 sampai 2024. Alur sistematis yang digunakan adalah Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses, sehingga terpilih 6 artikel yang layak. Hasil studi pada keenam artikel menunjukkan keberhasilan program berbasis edukasi dan ekonomi, yang menggabungkan teknologi digital, pelatihan peer educator, serta pemberdayaan ekonomi melalui keterampilan dan kewirausahaan, efektif meningkatkan akses remaja terhadap informasi dan layanan kesehatan reproduksi. Integrasi kebijakan lintas sektor yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan komunitas dapat memperkuat dampak positif terhadap kesehatan ibu-anak. Disimpulkan bahwa pemberdayaan remaja harus dilakukan secara holistik dan multi sektor untuk menciptakan generasi yang sehat dan mandiri.Kata kunci: remaja; pemberdayaan; kesehatan ibu-anak; edukasi; ekonomi; multi sektor