Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdiraja

Wujudkan Karakter Budaya Cinta Lingkungan Bersih Melalui Kegiatan “Selamatkan Bumi Dari Sampah” Pada Siswa SDN Bangkal II Sumenep Herowati Herowati; Lutfiana Fazad Azizah
Jurnal ABDIRAJA Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v2i2.744

Abstract

Fenomena buang sampah tidak pada tempatnya disebabkan kurangnya rasa peduli lingkungan bersih dari masyarakat. Masalah sampah merupakan masalah yang rumit karena kurangnya pengertian masyarakat terhadap akibat-akibat yang dapat ditimbulkan oleh sampah. Hal ini juga terjadi di Desa Bangkal kecamatan kota Sumenep, tumpukan sampah dijumpai di setiap pojok bawah jembatan sungai dan juga di beberapa tempat di pinggir sungai yang merupakan limbah buangan dari rumah tangga. Masyarakat belajar dengan cara yang paling mudah adalah dengan meniru dan sebagain besar masyarakat belajar suatu perilaku adalah dengan meniru. Begitupun dengan perkembangan psikologi anak merupakan seorang peniru ulung. Setiap saat, mata anak selalu mengamati, telinganya selalu menyimak, dan pikirannya selalu mencerna apapun yang dilakukan oleh orang disekitarnya. Fenomena ini tidak boleh ditiru oleh generasi berikutnya. Masyarakat usia belajar membaca dan berimajinasi (7-12 tahun) Desa Bangkal merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan memiliki karakter baik yang pada saat dewasa, salah satu karakter yang perlu ditanamkan pada anak dilingkungan sekolah adalah cinta kebersihan dan lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian dengan sasaran masyarakat usia belajar membaca dan berimajinasi (7-12 tahun) yaitu siswa/siswi SDN Bangkal 2 adalah 1). kegiatan edukasi cinta lingkungan bersih di lingkungan sekitar dan lingkungan sekolah dengan tema “selamatkan bumi dari sampah”. 2) kegiatan melatih dan menciptakan atmoser cinta lingkungan bersih di lingkungan sekitar dan lingkungan sekolah dengan gerakan minimalisasi penggunaan bahan plastic sebagai tempat makan dan minum. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan diperoleh informasi berupa dokumentasi dan hasil kegiatan, dapat dibuat simpulan bahwa kegiatan edukasi cinta lingkungan bersih di lingkungan sekitar dan lingkungan sekolah dengan tema “selamatkan bumi dari sampah” di SDN Bangkal 2 sangat bermanfaat dan dapat dilaksanakan untuk program pengabdian kepada masyarakat, dengan terwujudnya lingkungan bersih di lingkungan sekolah yang secara tidak langsung mengajarkan anak untuk mencintai dan melestarikan lingkungan.
PENDAMPINGAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Nisfil Maghfiroh Meita; Herowati Herowati
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v3i1.785

Abstract

Buku merupakan jendela dunia, dengan membaca buku akan memberikan wawasan yang luas. Kebiasaan untuk membaca buku menjadi pondasi peserta didik untuk selalu belajar dan membuka wawasan baru. Saat ini membaca buku menjadi sangat mahal dari pada menggunakan gawai. Selain itu sulitnya akses buku bacaan yang tidak tersedia di lembaga pendidikan khususnya di SD Darmista 1 Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Sarana perpustakan belum tersedia, sehingga peserta didik tidak memiliki kesempatan untuk berwisata literasi di sekolah. Gerakan literasi sekolah (GLS) tidak harus membeli buku dan tidak harus selalu membaca buku pelajaran, salah satu kegiatan di dalam gerakan literasi adalah “kegiatan 15 menit membaca buku non-pelajaran sebelum waktu belajar dimulai”. Hal ini dilakukan bertujuan untuk membiasakan peserta didik untuk membaca buku minimal 1 kali dalam 1 hari meskipun hanya sebentar. Sesuai dengan pepatah yang mengatakan “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit” artinya usaha/ upaya kecil yang terus-menerus pasti akhirnya akan memberikan hasil. GLS diharapkan dapat menumbuhkan minat baca dan menstimulus keterampilan baca peserta didik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Membiasakan peserta didik untuk membaca buku harus disertai kerjasama seluruh warga sekolah dan masyarakat. Usia 7-12 merupakan usia peserta didik di sekolah dasar (SD), jika di usia ini peserta didik sudah terbiasa menyempatkan waktu untuk membaca buku maka di jenjang pendidikan menengah sampai dengan perguruan tinggi juga akan menjadi kebiasaan.