Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Kambing dan Trichoderma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Timun Apel (Cucumis melo L.) Sihombing, Vinsensius Evando; Muharam, Muharam; Muhammad B, Fawzy
JURNAL AGROPLASMA Vol 11, No 2 (2024): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 11 NO 2 TAHUN 2024
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v11i2.6008

Abstract

The use of organic matter to increase the growth and yield of apple cucumber plants. The research was carried out in Pasirjengkol Village, Majalaya District, Karawang Regency from March 2023 to May 2024. The method used was a single-factor Group Random Design (RAK) with 7 treatments, 4 replicates and 2 plant samples, so that there were 56 experimental units consisting of: A (control), B (Goat manure 20 tons/hectare + Trichoderma 15 g/plant), C (Goat manure 20 tons/hectare + Trichoderma 20 g/plant), D (Goat manure 20 tons/hectare + Trichoderma 25 g/plant),  E (Goat manure 40 tons/hectare + Trichoderma 15 g/plant), F (Goat manure 40 tons/hectare + Trichoderma 20 g/plant), G (Goat manure 40 tons/hectare + Trichoderma 25 g/plant). The results of the experiment were tested with the F test, if it had a real effect, it was further tested by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5%. The results showed that the treatment had a real effect on plant growth and yield. G treatment (Goat manure 40tons/hectare + Trichoderma 25 g/plant) gave the highest yields for tendril length (137.875cm), stem diameter (3.575 mm), number of leaves (47 pieces), fruit weight (128.35 grams), number of fruits (5 pieces), and fruit sweetness (13.85 brix). Keywords: goat manure, trichoderma, apple cucumber
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KANDANG AYAM DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) GENERASI 1 (G1) VARIETAS GRANOLA Devi, Nadia Rahma; Muhammad B, Fawzy; Yamin Samaullah, M.
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6176

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu sayuran yang terdapat di Indonesia yang dapat dijadikan alternatif bahan pangan. Untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat mencemarkan lingkungan maka digunakan pupuk organik yakni dengan pemberian pupuk organik kandang ayam Pupuk organik kandang ayam memiliki unsur N tiga kali lebih banyak jika dibandingkan dengan pupuk kandang lainnya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 36 unit perlakuan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam terdiri dari 4 taraf yaitu: m0 (kontrol), m1 (pukan 10 ton/ha), m2 (pukan 15 ton/ha), m3 (pukan 20 ton/ha). Sedangkan faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: n1 (15cm x 15cm), n2 (20cm x 20cm), n3 (25cm x 25 cm). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji F taraf 5% dan diuji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat pengaruh interaksi antara pemberian pupuk organik kandang ayam dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Tetapi terdapat pengaruh mandiri pada pemberian pupuk organik kandang ayam. Perlakuan pukan m3 (20 ton/ha) memberikan pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi pada umur 63 hst yakni sebesar 22,13 cm. Secara mandiri diameter umbi tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis pupuk organik kandang ayam m3 (20 ton/ha) yaitu sebesar 1,80 cm2.Â