Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan sayuran buah yang populer di Indonesia berkat kandungan gizi yang bermanfaat sebagai sumber vitamin dan mineral. Meskipun mentimun memiliki potensi pasar yang baik, produksinya di Sumatera Utara mengalami fluktuasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan penurunan drastis pada tahun 2021. Penurunan ini diindikasikan oleh sistem budidaya yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian dosis pupuk kandang ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi mentimun serta interaksi antara kedua jenis pupuk tersebut. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia dengan desain acak kelompok faktorial. Faktor yang diuji meliputi dosis pupuk kandang ayam (0, 2, dan 4 kg/plot) dan dosis pupuk NPK (0, 40, dan 80 gram/plot). Data pertumbuhan mentimun diukur pada 14 dan 21 hari setelah tanam, dan dianalisis menggunakan ANOVA serta uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tinggi tanaman mentimun adalah kombinasi pupuk kandang ayam 4 kg/plot dan pupuk NPK 40 gram/plot, yang menghasilkan tinggi tanaman mencapai 55,1 cm. Dosis pupuk lainnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemupukan dengan dosis optimal dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi mentimun secara efektif.