p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH ABDIMAS
Budi Harto
Politeknik LP3I, Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari Cangkir ke Kuadran, Membedah Digital Gap Paradox Strategi Agresif Cafe KopiKitaku Berbasis Analisis SWOT Nova Sutiawati; Ririn Renita; Panji Pramuditha; Budi Harto; Ardiansyah Maolana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i2.6643

Abstract

Tujuan dari penelitian pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menilai kondisi faktual, membuat strategi pengembangan bisnis, dan memberikan pendampingan berdasarkan analisis SWOT pada Cafe KopiKitaku, sebuah UMKM kuliner berbasis kopi yang beroperasi sejak 2019 di Jl Pahlawan No.72, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung. Bisnis ini belum memiliki peta jalan strategis yang jelas untuk mendorong kemandirian dan daya saing jangka panjang. Dengan menggunakan metode studi kasus tunggal dan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, fokus grup diskusi (FGD), kuesioner pembobotan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KopiKitaku memperoleh skor IFAS sebesar 3,01 dan EFAS sebesar 2,98, menempatkannya di Kuadran I (Perkembangan). Perkembangan program loyalitas pelanggan, standarisasi keuangan SAK EMKM, optimalisasi platform pengiriman makanan, akselerasi pemasaran digital berbasis short video, dan rencana ekspansi outlet jangka panjang adalah strategi utama. Penelitian ini menemukan bahwa intervensi strategis yang bergantung pada analisis SWOT dapat menemukan masalah penting dan membuat saran yang bermanfaat untuk mempertahankan bisnis kecil dan menengah (UMKM) kafe lokal. Peneliti menyarankan agar pemilik KopiKitaku segera memprioritaskan peningkatan ekosistem digital, pengaturan manajemen keuangan, dan pembuatan rencana bisnis jangka panjang sebagai dasar untuk mempertahankan independensi dan daya saing perusahaan.
No More Pusing Tujuh Keliling, Pelatihan Pembukuan Sederhana Bagi UMKM di Desa Naluk Kecamatan Cimalaka Jawa Barat Lilis Saidah Napisah; Vania Rakhmadhani; Dita Rari Dwi Rinining Tyastuty; Budi Harto
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i2.6798

Abstract

Lebih dari 80% pelaku UMKM di Desa Naluk, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang tidak memiliki sistem pencatatan keuangan dan tidak memisahkan keuangan usaha dari keuangan rumah tangga, kondisi yang menghambat akses permodalan formal dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi efektivitas pelatihan pembukuan sederhana berbasis experiential learning terhadap peningkatan pengetahuan keuangan pelaku UMKM; (2) mengukur perubahan perilaku pengelolaan keuangan usaha melalui survei follow-up; serta (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi di lapangan. Program dilaksanakan menggunakan desain pre-experimental one group pre-post test dengan pendekatan community-based participatory training, melibatkan 32 peserta yang dipilih secara purposive sampling dari 127 UMKM aktif di desa tersebut. Intervensi terdiri dari tiga komponen terintegrasi: pelatihan tatap muka tiga hari, penerapan teknologi pembukuan hybrid (modul cetak dan aplikasi digital ringan), serta pendampingan lapangan intensif selama 30 hari. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 15,5 poin (36,6%), signifikan secara statistik pada Z=−4,21, p<0,001 (Wilcoxon Signed-Rank Test), dengan N-gain sebesar 0,27. Pada follow-up enam bulan, 71,4% peserta masih aktif mengisi buku kas (melampaui target 70%) dan 66,7% berhasil menghitung harga pokok produksi secara mandiri. Capaian formalisasi usaha 13 NIB terurus dan 7 pengajuan KUR masih di bawah target, mengindikasikan perlunya sinergi program dengan layanan birokrasi tingkat desa. Penelitian ini berkontribusi mengisi kesenjangan empiris mengenai efektivitas pelatihan pembukuan kontekstual untuk UMKM pedesaan yang selama ini kurang terwakili dalam literatur pengabdian masyarakat.