p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Sulastri Sulastri
STIKES Abdi Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Dismenore Terhadap Aktivitas Belajar Pada Siswi Remaja Putri di Sma IT Permata Bunda Sukarame Bandar Lampung Sulastri Sulastri; Albert James Rino
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56372

Abstract

Dismenore primer merupakan isu kesehatan reproduksi global yang secara sistematis mendisrupsi fungsionalitas harian remaja putri, namun keterkaitannya dengan aktivitas akademik sering kali dianalisis secara parsial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh multidimensi dari intensitas nyeri dan dampak fungsional nyeri terhadap aktivitas belajar siswi di SMA IT Permata Bunda Sukarame. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan rancangan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 100 siswi yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen terstandarisasi Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur intensitas nyeri dan Pain Disability Index (PDI) untuk mengevaluasi derajat disabilitas fungsional, serta kuesioner aktivitas belajar yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan run test) diikuti dengan uji regresi linier berganda. ​Hasil penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata responden mengalami dismenore kategori sedang (Mean NRS = 5,14). Temuan uji statistik menunjukkan adanya pengaruh simultan yang signifikan antara intensitas nyeri dan dampak fungsional terhadap aktivitas belajar (p < 0,001) dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,344. Secara parsial, intensitas nyeri terbukti menjadi hambatan kognitif utama yang memicu fragmentasi konsentrasi (p < 0,001), sementara dampak fungsional secara signifikan membatasi partisipasi fisik dan mobilitas akademik siswi (p = 0,003). Disimpulkan bahwa dismenore bukan sekadar fenomena sensorik, melainkan hambatan fungsional yang memerlukan intervensi kebijakan kesehatan sekolah yang responsif gender. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya optimalisasi peran UKS dan edukasi manajemen nyeri mandiri guna memitigasi penurunan performa akademik yang bersifat periodik pada remaja putri.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Putridi SMA Negeri 1 Tambelang Tahun 2025 Saskia Apriyanti; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56374

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam menjaga kesejahteraan fisik, mental, dan sosial remaja putri. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan, seperti infeksi, perilaku berisiko, dan rendahnya kemampuan menjaga kesehatan diri. Salah satu upaya yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja adalah melalui pendidikan kesehatan yang terstruktur dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri di SMA Negeri 1 Tambelang, dengan jumlah sampel sebanyak 63 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat pengetahuan diukur sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Sebagian besar responden mengalami peningkatan kategori pengetahuan dari kurang dan cukup menjadi baik setelah intervensi diberikan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,027 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik antara pendidikan kesehatan dengan peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja putri. Pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja putri siswa