Azzura, Ghea
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PEREMPUAN DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Maryam, Ayu; Azzura, Ghea; Rahma, Zulia; Maulana, Taufik
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 18, No 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v18i2.1482

Abstract

Perempuan menurut sudut pandang Islam,bagaimana kedudukan perempuan dalamkehidupan sosial dan apa saja aspek-aspek kodrati manusia, selain itu permasalahan lain yang menjadi pertanyaan adalah seberapa urgensi pendidikan anak usia dini dan peran perempuan dalam pendidikan anak usia dini, namun semua permasalahan diatas dapat terjawab dengan ajaran Islam karena dalam agama Islam Allah SWT sudah mengatur setiap qodrat manusia, metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah studi pustaka (library research) yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian tersebut, Islam merupakan agama yang sempurna dalam memposisikan keberadaan perempuan muslimah, menurut perkembangan agama Islam sudah sangat indah mendokumentasikan dukungan kepada perempuan muslim, Al-qur’an banyak menjelaskan peran perempuan sebagai seorang ibu dalam keluarga, seperti dalam, al- qur’an termuat dalam surat an-nisa namun sayang permasalahan yang berkaitan dengan gender serta jenis kelamin masih sering menjadi isu yang sering diangkat belakangan ini namun jika kita melihat dari sudut pandang kodrat manusia itu sendiri setiap manusia mempunyai perannya masing-masing serta perbedaan yang signifikan antara laki-laki dan perempuan, pada kenyataanya dalam pendidikan anak usia dini perempuan mempunyai peran yang luar biasa penting karena mereka adalah madrasah pertama untuk anak- anaknya, pendidikan yang diberikan adalah semenjak dalam kandungan hingga mereka  kembali kepada sang pencipta ketika perempuan terlibat aktif dalam pendidikan anak usia dini mereka dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan anak-anak dan memberikan rasa nyaman serta dukungan esensial untuk perkembangan psikologis yang sehat, melalui peran ini perempuan bukan hanya menjadi pendidik, tetapi juga menjadi pembimbing yang meaminkan peranan dalam membentuk fondasi yang kokoh bagi masa depan generasi mendatang.
Peran Amerika Serikat dan Inggris terhadap Stabilitas Politik dan Keamanan Yordania dalam Perspektif Neorealisme Azzura, Ghea; Lativa, Sovia; Jumhur, Muhamad Syahril
Journal of Integrative International Relations Vol. 8 No. 1 (2023): May
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2023.8.1.15-27

Abstract

The United States (US) and UK have been Jordan's important partners since the country's early days until the present era. The formation of the Jordanian state was inseparable from the intervention of UK, which at that time won World War I. In the post-World War II era until the 2011 Arab Spring, the Middle East was a region that was always volatile and unstable. However, Jordan and its Hashemite Monarchy became one of the Arab countries that survived this turmoil and have survived to this day, 2022. The research focus of this article is to understand how the roles of the two Western powers can provide political stability and security for Jordan. The research method used is descriptive qualitative research method with data collection techniques through literature review. This study uses the theory of neorealism and the concept of bandwagoning which is its derivative as an analytical framework. The research result of this article is that Jordan applies the bandwagoning method by establishing very close political and security relations with the US and the UK. This relationship led to the US giving Jordan the status of a Major non-NATO Ally (MNNA). Jordan also chose bandwagoning against Israel which is a major US ally and previously a source of threat to the Arab nation. This has affected Jordan's political and security stability from internal and external threats until the present era.