Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEJARAH MASJID AS-SA’ADAH DAN MASJID AL-IHSAN DI DESA SUNGAI TARAP, KECAMATAN KAMPA, KABUPATEN KAMPAR Afika, Annisa Dwi; Asril
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i12.8721

Abstract

Desa Sungai Tarap merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar. Desa Sungai Tarap memiliki dua masjid yang sudah dibangun cukup lama dan masih digunakan sampai sekarang oleh masyarakat setempat untuk melakukan aktivitas keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah masjid As-Sa’adah dan Masjid Al-Ihsan yang terletak di Desa Sungai Tarap. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Untuk mendapatkan informasi sesuai dengan tujuan dari penelitian, teknik yang dilakukan adalah observasi langsung dan melakukan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat di Desa Sungai Tarap. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa masjid yang pertama kali dibangun di Desa Sungai Tarap adalah Masjid Bahagia. Masjid Bahagia dibangun pada tahun 1931 dan berlokasi di tepi sungai Kampar. Untuk mencegah kekhawatiran akan terkena longsor, Masjid Bahagia dipindahkan pada tahun 1990-an dan diubah namanya menjadi Masjid As-Sa’adah. Masjid Al-Ihsan sendiri dibangun pada tahun 1981 dikarenakan adanya pemekaran wilayah. Saat ini masjid As-Sa’adah dan Masjid Al-Ihsan masih aktif digunakan untuk aktivitas keagamaan umat muslim di Desa Sungai Tarap.
PELAKSANAAN SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING DAN PMT DI POSYANDU DESA SUNGAI TARAP KABUPATEN KAMPAR Al Fiqri, Yanuar; Dwi Santika, Mawar Risa; Fitriska, Nabila; Afika, Annisa Dwi; Prayogo, Tri Cahyo; Arwani, Salma Irba; Aritonang, Assilah Putri; Bakri, Dwi Ulfha; Quratuain, Naura; Ferianto, Roni; Pratama, Zhoga Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v6i2.1747

Abstract

Stunting merupakan kondisi di mana tinggi badan anak tidak mencapai indeks tinggi atau panjang badan menurut umur. Upaya dalam mencegah stunting sudah sering dilakukan oleh beberapa pihak. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada anak-anak ataupun balita di Indonesia yang dikategorikan stunting ataupun yang berisiko stunting. Di Sungai Tarap, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, ditemukan terdapat dua anak yang dikategorikan stunting dan dua anak yang berisiko stunting. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi  adalah dengan melakukan sosialisasi pencegahan stunting pada ibu-ibu yang memiliki anak balita serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak. Metode yang dilakukan untuk dapat memecahkan masalah ini adalah observasi, yang kemudian pengumpulan data didukung dengan melakukan wawancara pada beberapa sumber, dan pelaksanaan sosialisasi pencegahan stunting yang dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan (PMT). Tujuan dari dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mengurangi tingkat anak yang berisiko stunting dan anak yang dikategorikan stunting di Desa Sungai Tarap, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar
IMPLEMENTATION OF CAMBRIDGE CURRICULUM IN HISTORY LEARNING IN GRADE XI OF SMA WITAMA PEKANBARU Afika, Annisa Dwi; Bunari; Asril
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.6455

Abstract

This study aims to determine the implementation of the Cambridge curriculum in history learning in grade XI of Witama High School in Pekanbaru, the obstacles faced in implementing the Cambridge curriculum in history learning in grade XI of Witama High School in Pekanbaru, and the benefits felt by students from the implementation of the Cambridge curriculum in history learning in grade XI of Witama High School in Pekanbaru. This study used a qualitative method with a case study approach. The data collection methods were observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation consisted of three stages: planning, implementation, and evaluation. There were several obstacles in the implementation, including: the integration of the Cambridge curriculum with the national curriculum, limited class hours, a large amount of subject matter, historical terms in English that were difficult to remember, and students having to adapt to the demands of higher-level thinking. The students' responses regarding the benefits of the policy implementation were: history lessons helped hone their English language skills and increase their vocabulary, helped them think critically and look at history from different perspectives, and increased their knowledge of history.