Seni digital telah berkembang pesat di era digitalisasi, menjadi bentuk ekspresi yang penting dalam pendidikan seni. Namun, pertumbuhan ini juga menghadirkan tantangan dan isu etika yang signifikan. Artikel ini mengidentifikasi tantangan utama, termasuk aksesibilitas teknologi, hak cipta, dan plagiarisme, yang sering dihadapi pendidik seni, terutama di daerah kurang berkembang. Selain itu, isu etika seperti representasi dan stereotip serta tanggung jawab sosial pendidik seni juga dibahas. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan teknik observasi pustaka untuk mengeksplorasi berbagai aspek yang mempengaruhi praktik seni digital. Hasil penelitian menunjukkan perlunya kesadaran kritis terhadap representasi dalam karya seni serta pentingnya praktik etis dalam penggunaan data. Pendidikan dan regulasi yang jelas juga disarankan untuk mendukung perkembangan seni digital yang inovatif dan bertanggung jawab.