Sistem Agrosilvopastura merupakan gabungan sektor kehutanan, pertanian dan peternakan dalam satu kesatuan pengelolaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stakeholdersĀ dalam program pemberdayaan ekonomi dan sosial melalui sistem agrosilvopastura di Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi . Informan yang terlibat berjumlah delapan orang yang terdiri dari IDFoS Indonesia, LMDH, PEPC, CDK, KPH Perhutani, Dinas Peternakan dan Perikanan, Kepala Desa dan Lembaga Amil Zakat. Teknis analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik keabsahan data yang dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu untuk menguji kredibilitas data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan ekonomi dan sosial berbasis sistem agrosilvopastura telah menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui integrasi pertanian, kehutanan, dan peternakan secara berkelanjutan. Keberhasilan program dicapai tidak hanya melalui peningkatan produktivitas lahan dan pendapatan masyarakat, tetapi juga dalam pemulihan fungsi ekologis hutan. Peran pemangku kepentingan strategis, termasuk policy creator, koordinator, fasilitator, pelaksana, dan akselerator sangat penting dalam menciptakan sinergi yang efektif meskipun terdapat hambatan seperti akses jalan yang sulit, kapasitas SDM yang rendah dan kendala teknis lainnya. Dengan berkolaborasi antara stakeholdersĀ dan pendekatan berbasis partisipatif berhasil mengatasi hambatan dalam program. Dengan dukungan berkelanjutan serta peningkatan kapasitas berpotensi memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.