Fenomena art toy semakin berkembang sebagai bentuk ekspresi visual dalam ranah seni dan desain kontemporer, di mana eksplorasi karakter, budaya populer, dan elemen nostalgia menjadi bagian penting dalam proses penciptaannya. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan proses kreatif penciptaan karya art toy dengan pendekatan Research through Design yang berbasis pada pengalaman personal desainer. Sebagai desainer sekaligus peneliti, penulis menelusuri bagaimana apropriasi terhadap karakter budaya populer dan unsur nostalgia menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan visual. Karya art toy yang terinspirasi dari karakter mecha Jepang populer dijadikan objek refleksi. Penelitian ini menggunakan metode Cultural probes secara retrospektif, yang terdiri dari penelusuran sketsa, prompt reflektif, dan dokumentasi koleksi fisik.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif dalam desain art toy terbentuk melalui dua fase: eksplorasi bebas dan pematangan visual terarah. Elemen visual yang diapropriasi dari budaya populer tidak hanya dimodifikasi secara estetis, tetapi juga dimaknai ulang secara personal berdasarkan pengalaman nostalgia. Interaksi dengan objek-objek kenangan memperkuat keterhubungan emosional yang berdampak pada estetika akhir karya. Penelitian ini menunjukkan bahwa apropriasi dan nostalgia dapat menjadi strategi kreatif yang baik dalam membentuk karakter desain yang baru, bermakna, dan komunikatif dalam konteks budaya visual kontemporer. Kata Kunci: Art toy, Proses Kreatif, Apropsiasi